inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Peluang Atas 25% Saham BHP Billiton

Adaro Selangkah Lagi

Headline
istimewa
Oleh: Bastaman
Selasa, 19 Januari 2010 | 13:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Peluang PT Adaro Energy (ADRO) untuk mendapatkan 25% saham divestasi BHP Biliton terbuka lebar. Adaro diuntungkan posisinya sebagai penguasa transportasi di sungai Barito.

ADRO berpeluang besar mendapatkan saham BHP Biliton karena perusahaan ini menguasai transportasi sungai Barito, kata seorang analis pasar modal dari Kresna Securities kepada INILAH.COM, Selasa (19/1).

Menurutnya, para analis optimsitis Adaro akan mendapatkan tambang Maruwai. Pasalnya, pemerintah daerah Kalimantan Tengah tidak mengizinkan BHP Biliton mengangkut hasil tambangnya lewat sungai Mahakam. Tidak ada pilihan, satu-satunya jalan adalah melalui sungai
Barito. Sementara Adaro menguasai pengangkutan batubara di sungai ini, ucapnya.

Tidak hanya itu, Adaro juga menguasai transportasi sungai Barito dan Delta Barito serta pelabuhan batubara di kawasan pulau Laut, Kalimantan Tengah.

Seperti diketahui, BHP Biliton berencana melepas sekitar 25% saham tambang batubara
Maruwai yang berada di Kalimantan Tengah. Banyak pihak yang menaruh hati pada perusahaan tambang asal Australia seluas 355.000 hektar tersebut, bahkan ingin menjadi pemilik dominan.

Sebut saja PT Tambang Batubara Bukti Asam, PT Indika Energy, Rajawali Corpora, dan PT Bumi Resources. Namun, BHP Biliton ternyata tetap ingin menjadi pemegang sayam mayoritas. Alhasil, niat perusahaan-perusahaan itu, seperti PTBA dan INDY, pun surut.

Sedangkan ADRO masih bertahan memperjuangkan saham di Maruwai sebesar 25%, meski perusahaan batu bara itu mengajukan penawaran hingga 100%, Sebenarnya Adaro menginginkan seluruhnya (100%), tetapi BHP Biliton ternyata tetap ingin menjadi pemegang sayam mayoritas, kata sebuah sumber di Adaro.

Kans ADRO memenangkan perebutan 25% saham tambang batubara Maruwai milik BHP Biliton tampaknya cukup besar. Salah satunya karena harga penawaran Adaro yang cukup tinggi ketimbang kompetitornya.

Jika Adaro berhasil memenangkan 25% saham BHP Biliton, maka kapasitas produksi perusahaan ini bakal meningkat pesat. Saat ini Adaro memiliki tambang batubara di Kabupaten Tanjung, Kalimantan Selatan, dengan cadangan dua miliar ton. Tak ayal, Adaro pun sanggup melakukan produksi hingga 24 juta ton per tahun. Itu artinya, PT Adaro Energy Tbk. merupakan tambang batu bara terbesar di dunia.

Menurut sumber di Adaro tadi, tambahan pasokan baru bara dari tambang Maruwai sebagian
besar akan digunakan untuk menambah pasokan batu bara di dalam negeri. Saat ini
masih dalam tahap finalisasi untuk merampung akuisisi BHP Bilton, katanya.

BHP Billiton di Indonesia membawahi tujuh perusahaan tambang besar yang memiliki izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B). Lima di antaranya tersebar di Kalteng yaitu di PT Lahai Coal, PT Maruwai Coal, PT Julai Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Sumber Barito Coal. Sedangkan di Kaltim terdapat PT Pariho dan PT Ratan Coal. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.