inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Ups! Subsidi 2008 Membengkak 117,44%

Headline
Sri Mulyani
Oleh: Rosdianah Dewi
Selasa, 19 Januari 2010 | 13:48 WIB
INILAH. COM, Jakarta - Realisasi subsidi Tahun Anggaran (TA) 2008 adalah sebesar Rp275,29 triliun atau membengkak 117,44% dari anggaran semula yang hanya sebesar Rp234,40 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kelebihan tersebut terjadi pada subisidi BBM. "Yaitu pada subisidi Premium, Minyak Solar dan Subsidi Minyak Tanah," ujarnya ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna tentang Pertanggung Jawaban Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran (TA) 2008, di Gedung DPR RI, Selasa (19/1)

Menkeu menjelaskan, pembengkakan tersebut disebabkan sepanjang tahun 2008 harga minyak mentah dunia melonjak tajam, dari US$ 130 barel per hari (bph) menjadi US$140 bph. "Selama tahun 2008 terjadi beberapa kali kenaikan harga BBM, sehingga subsidi ditanggung Pemerintah juga mengalami kenaikan," kata Menkeu.

Meski demikian, tambah Menkeu, kelebihan pembayaran subsidi BBM tersebut telah mendapat persetujuan dari DPR RI dalam rapat kerja Panitia Anggaran DPR RI dan Pemerintah. "DPR dan Pemerintah menyatakan bahwa pembayaran subsidi BBM TA 2008 dilakukan sesuai dengan realisasi," ujar Menkeu. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Ngawur @ Selasa, 19 Januari 2010 | 14:39 WIB
Ngawur nih.... coba hitung lagi berapa persen???? gak usah dihitung juga udah kelihatan gak mungkin lebih dari 100%!!! Belajar ngitung dulu ah...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.