INILAH.COM, Jakarta PT Liga Indonesia akan melakukan tindakan tegas terhadap perbuatan rasis yang terjadi pada suatu pertandingan Indonesia Super League (ISL) putaran kedua.
Tindakan rasis dalam sebuah ajang ISL terjadi pada laga Persela Lamongan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Surajaya, Lamongan, 3 Januari silam. Pada pertandingan tersebut suporter Persela menyanyikan Bunuh saja Bonek ditujukan untuk kelompok suporter Persebaya.
Ketua PT Liga Indonesia, Joko Driyono, memastikan jika tindakan tersebut kembali terjadi dalam sebuah pertandingan ISL di putaran kedua, maka wasit atau perangkat pertandingan bisa menghentikan pertandingan.
Wasit memiliki kewenangan penuh. Jika wasit mendengar atau melihat tindakan rasis maka dia berhak menghentikan pertandingan. Jika lolos dari pengawasan wasit, maka pengawas akan melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Disiplin untuk diambil tindakan, ujar Joko pada konferensi pers jelang putaran kedua ISL di kantor PTLI, Kuningan, Jakarta, Selasa (19/1) sore.
Regulasi ini akan disosialisasikan kepada klub-klub pada pertemuan dengan manajer ke-18 klub pada 7 Februari mendatang. Putaran pertama sendiri akan berakhir pada 3 Februari dengan menampilkan Persija Jakarta melawan Persela Lamongan.
Lebih lanjut Joko menegaskan putaran kedua ISL musim 2009-2010 akan digelar mulai 9 Februari dan berakhir pada 30 Mei mendatang. Untuk laga perang bintang akan diselenggarakan pada 6 Juni, sedangkan babak playoffs pada 9 Juni mendatang.
Berkaitan dengan jadwal yang kemungkinan besar bentrok dengan training camp tim nasional Indonesia senior jelang menghadapi Australia pada laga terakhir kualifikasi Piala Asia 2011, 3 Maret mendatang, Joko mengaku masih menunggu daftar pemain yang akan dipanggil oleh Badan Tim Nasional (BTN).
BTN sendiri akan mengumumkan pemain-pemain yang akan dipanggil untuk menghadapi Australia besok, Rabu (20/1).[bow]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !