INILAH.COM, Jakarta Ketua PT Liga Indonesia Joko Driyono mengaku sumber daya wasit berkualitas di Indonesia masih sangat minim. PTLI juga menyerahkan masalah mafia wasit kepada Komisi Disiplin PSSI.
Menyusul pengaduan mengenai adanya dugaan mafia wasit yang dilakukan oleh dua klub Divisi Utama, PTLI, melalui Ketua Joko Driyono mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Komdis.
Bahkan Joko mengaku siap mundur jika dirinya terbukti terlibat dalam kegiatan mafia wasit tersebut.
Kalau memang saya terlibat, sebelum ada hukuman dari Komdis saya akan mengundurkan diri terlebih dahulu. Saya 2000% tunduk kepada Komdis, ujar Joko di kantor PTLI, Kuningan, Jakarta, Selasa (19/1).
Meski begitu, Joko menilai tanpa adanya mafia wasit, kita memang kurang wasit berkompeten. Untuk itu, PTLI akan segera mengeksekusi program Wasit Profesi sebagai salah satu upaya mendapatkan wasit berkompeten.
PTLI akan mengontrak 5 hingga 10 wasit selama setahun dan terkonsentrasi di Jakarta dan mendapat uang tunjangan. Jadi mereka bukan wasit Pengprov. Wasit-wasit ini akan memimpin pertandingan-pertandingan penting, papar Joko.
Program Wasit Profesi ini juga menjadi salah satu upaya PTLI mengikuti regulasi Federasi Sepak Bola Asia (AFC) yang mewajibkan dalam setiap liga harus memiliki lima wasit dan tujuh asisten wasit yang berkualitas. Dan semuanya harus tercapai pada 2011.[bow]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !