Selasa, 29 Mei 2012 | 03:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Setelah Haiti Gempa Besar Hantui Indonesia
Headline
istimewa
Oleh: Syamsudin Prasetyo
web - Rabu, 20 Januari 2010 | 07:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ilmuwan memperingatkan, setelah Haiti gempa bumi dan tsunami dahsyat akan melanda RI. Grup ilmuwan mengumumkan peringatan itu di Jurnal Nature Geoscience. Lalu apa kata ilmuwan Indonesia?

Ancaman gempa itu akan datang dari sebuah tekanan yang berlangsung tanpa henti selama lebih dari dua abad di paparan Sunda. Wilayah itu merupakan salah satu zona gempa bumi yang paling merusak. Bagian yang terancam adalah Kepulauan Mentawai dituliskan secara terbuka dalam artikel tersebut.

Ancaman berupa gempa bumi sangat dahsyat dengan kekuatan lebih dari 8,5 SR disusul tsunami bisa terjadi di patahan Mentawai. Ada kemungkinan potensi bencana itu bisa menelan korban lebih banyak dari skala tsunami lautan Hindia pada 2004.

Tulisan itu tidak memberikan secara pasti kapan berlangsungnya gempa. Tetapi secara khusus memberi peringatan pada kota Padang, yang berada dalam kawasan berisiko tinggi.

Penulis hasil riset ini dipimpin Profesor John McCloskey dari Institut Riset Sains Lingkungan Universitas Ulster Irlandia Utara. Tim itu menyatakan ancaman itu butuh aksi mitigasi segera mengingat potensinya yang sangat tinggi.

Pada bencana 26 Desember 2004 ketika gempa berskala 9,3 skala richter mengguncang Indonesia, lebih dari 220 ribu orang kehilangan nyawa. Gempa itu berlangsung di sisi utara paparan Sunda, meretakkan batas di mana lempeng Australia menabrak kerak bumi ke arah bawah lempeng Eurasia.

Pada aret 2005, McCloskey memperingatkan bahwa akan ada gempa yang bertekanan besar bergabung dengan patahan di selatan. Dia mengumumkan ada sebuah gerakan gelombang sebesar 8,5 dengan kapasitas menimbulkan tsunami berbahaya.

McCloskey membuktikan kebenaran perkataannya. Pada 28 Maret 2005, gempa sebesar 8,6 SR mengguncang Pulau Simeulue, menghasilkan tsunami setinggi tiga meter.

Dalam tulisannya di Jurnal Nature Geoscience, timnya menjelaskan perhitungan tentang bagian Mentawai yang rentan, setelah gempa sebesar 7,6 SR mengguncang Padang pada 30 September 2009.

Ilmuwan Singapura yang tergabung dalam Earth Observatory juga memprediksikan potensi gempa berkekuatan 8,6 SR di Kepulauan Mentawai atau tepatnya di bawah Pulau Siberut. Gempa yang diramalkan terjadi dalam 10 tahun mendatang ini, bisa menghasilkan tsunami besar.

Ilmuwan mengusulkan pemerintah RI dibantu komunitas internasional dan organisasi non-pemerintah (LSM) memastikan telah melakukan usaha pencegahan. Pihak berwenang didesak untuk mempersiapkan langkah, karena gempa bumi akan menimpa lagi di periode berikutnya.

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Jan Sopaheluwakan mengatakan walaupun memang ada potensi gempa bumi dan tsunami di pantai barat Sumatra tapi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir.

Para ahli geologi di Indonesia sudah mengetahuinya sejak awal dan sudah melakukan koordinasi dengan pemda di Sumatera untuk menanggulangi hal tersebut, ujarnya.

Ia menambahkan LIPI, BMKG dan pemerintah daerah sudah mempersiapkan segala sesuatunya baik alat, infrastruktur, dana dan waktu. Daerah-daerah yang berpotensi besar, telah ditangani terutama pantai barat Sumatera Barat dan Bengkulu.

Jan Sopaheluwakan mengatakan ilmuwan barat senang mencari sensasi. Padahal ilmuwan di Indonesia sudah mengetahui potensi gempa dan tsunami besar yang senantiasa mengancam negeri kita.

"Tetapi tidak perlu menakuti-nakuti masyarakat, seorang ilmuwan itu sudah seharusnya mengayomi dan memberikan perasaan tenang kepada masyarakat," tegas Jan Sopaheluwakan.

Ilmuwan barat juga tidak mengetahui waktu terjadinya toh, hanya gejala dan ancaman titik lokasi, teknologi Indonesia pun punya. Kita sudah mempersiapkan segala dampaknya jika memang benar terjadi. Jadi masyarakat tenang saja, timpalnya. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
8 Komentar
wan abud
Kamis, 21 Januari 2010 | 10:50 WIB
Kalau sudah tahu, mbok dari dulu diumumin dong Pak, jangan setelah orang luar negeri ngomong baru bilang kalau kita udah tahu duluan ? Atau kalo blm tahu ngomong aga terus terang dan berterima kasih kepada ahli-ahli luar negeri tsb ?
rere
Rabu, 20 Januari 2010 | 14:53 WIB
musibah pasti akan datang selagi manusia di dunia ini tidak bertobat pada tuhan ..... ini lah azab tuhan yang tak bisa di elak kan .
chivas regal
Rabu, 20 Januari 2010 | 14:42 WIB
itu di kasih berita gitu..harusnya terimakasih...dan waspada untuk membuat pencegahannya..Bukan sombong begitu pak !!!
cinta bumi
Rabu, 20 Januari 2010 | 11:04 WIB
Yang penting tindakan konkrit dari pemerintah dapat dilihat oleh masyarakat, kalau masyarakat telah melihat karya nyata pemerintah untuk mengamankan masyarakatnya dari dampak gempa......, masyarakat tidak usah takut, hidup dan mati ditangan Allah Swt. Tapi kalau tindakan konkrit dari pemerintah belum terlihat, boleh lah kita mengingatkan aparat yang terkait.
juni
Rabu, 20 Januari 2010 | 10:16 WIB
Yang akan membuat masyarakat tenang adalah bila pemerintah telah memiliki SOP penanganan bencana yang sistematis dan tim evakuasi dan rehabilitasi yang memadai, sigap, cepat. Saya belum melihat tersedianya langkah mitigasi tersebut.
Padang
Rabu, 20 Januari 2010 | 10:00 WIB
Apa yang sdh dipersiapkan oleh LIPI, BMKG dan pemerintah daerah untuk mengatasi gempa di Padang??? Para ahli geologi di Indonesia sudah mengetahuinya sejak awal dan sudah melakukan koordinasi dengan pemda di Sumatera untuk menanggulangi hal tersebut.Dan hasilnya korban diPadang mencapai ribuan orang.Tanya KENAPA???
vera
Rabu, 20 Januari 2010 | 08:36 WIB
Gimana tidak kuatir, Pak? Early warning kan sangat diperlukan...., supaya kita was-was. Berapa banyak nyawa yang bisa diselamatkan dengan peringatan2x awal tersebut.
Yudhi
Rabu, 20 Januari 2010 | 08:15 WIB
Ilmuwan Indonesia memang hebat dan pinter, namun tidak pernah ada aksi dan tindakan nyata yang dapat diterapkan pada kehidupan orang banyak. Kalau memang ilmuwan Indonesia sudah mengetahui akan terjadai patahan besar dan tsunami di Aceh kenapa pasca gempa dan sebelumnya malah kebingungan. Seperti tidak mengerti apa langkah-langkah yang akan dilakukan berikutnya. Semoga BMKG cepat mabil langkah bijak dan pastikan semua dapat dilakukan secepatnya.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.