Sabtu, 26 Mei 2012 | 15:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Idrus Marham
Pengadu Domba SBY-Ical, di Sekitar Pejabat!
Headline
Idrus Marham - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: R Ferdian Andi R
web - Rabu, 20 Januari 2010 | 10:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rumor soal pemecatan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Februari mendatang mendapat respon beragam dari berbagai pihak. Salah satunya dari Presiden SBY.

Menurut Presiden, rumor itu bertujuan untuk mengadu domba antara dirinya dengan berbagai pihak. Siapa yang dimaksud?
Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham memiliki jawaban perihal siapa pengadu domba Presiden SBY dengan berbagai pihak. Menurut Idrus, pelaku pengadu domba merupakan orang di sekitar elit politik. "Sekitar elit politik dan pejabat yang ada," katanya kepada pers termasuk R Ferdian Andi R, wartawan INILAH.COM, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/1). Siapa mereka? Berikut wawancara lengkapnya:
Apa respon Anda terkait pernyataan Presiden SBY yang menilai rumor pemecatan Menkeu Sri Mulyani hanyalah sebagai upaya adu domba?
Pertama terus terang saya sangat bersyukur kalau presiden merasakan atau memahami tentang adanya pihak-pihak yang ingin mengadu domba. Kalau itu terjadi, langkahnya tinggal selangkah lagi. Mari kita sama-sama cari siapa yang mengadu domba itu.
Siapa kira-kira pelakunya?
Pengalaman kita yang merusak itu yang pengadu domba, biasanya yang mengadu domba dalam dunia politik tidak jauh-jauh paling di sekitar juga. Jadi tidak begitu susah. Saya kira tanggapan saya saya selaku sekjen DPP partai Golkar, karena saya merasa selama ini agak terganggu ketika ada pernyataan di luar berbagai tuduhan ke Partai Golkar, lalu Ketua Umum saya sudah membuat pernyatan bahwa Partai Golkar bukan partai pengkhianatan kepada koalisi. Tetapi Golkar bukan partai yang hanya mengikuti tanpa pandangan kritis dan argumentasi obyektif dan faktual. Saya ingin mengatakan yang mengadu domba itu orang yang tahu permainan. Orang yang tahu itu di sekitar kita juga. Tidak jauh-jauh.
Apakah yang Anda maksud sekitar Istana?
Saya tidak mengatakan itu, tetapi di sekitar yang paham masalahnya.
Sekitar Partai Golkar, Istana atau SBY?
Sekitar elit politik dan pejabat yang ada. Bukan Istana, tidak harus istana. Di sekitar pejabat, mungkin karena kepentingannya terganggu.
Bukan dari Partai Golkar?
Yang pasti Golkar diajarin untuk tidak mengadu domba. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.