INILAH.COM, Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya di kuartal III-2010. Imbasnya sektor properti bakal anjlok.
"Dalam 6-7 bulan ke depan, Amerika Serikat diprediksi akan menaikkan suku bunga acuannya. Hal itu akan mempengaruhi ke nilai tukar rupiah dan BI rate, sekaligus pengaruh juga ke sektor properti," ujar Ekonom Universitas Indonesia Chatib Basri di Jakarta, Rabu (20/1).
Ia menuturkan, karena terdapat kemungkinan AS akan menaikkan bunga acuannya maka harga komoditas dan harga bahan bakar minyak (BBM) juga akan naik. Ini berarti inflasi juga akan bergerak naik mengikuti pergerakan harga komoditas tersebut. Otomatis pula suku bunga acuan BI (BI rate) akan naik. "Inflasi bakal bergerak naik ke 6 sampai 7 persen dan BI rate bakal bergerak mulai 7-8 persen mulai kuartal III-2010. Hal itulah yang menyebabkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) akan naik. Imbasnya permintaan akan turun," tegasnya.
Dengan begitu, kata dia, strategi yang patut dilakukan oleh perseroan terutama yang bergerak di sektor properti adalah melakukan segmentasi penjualan. Hingga saat ini pola penjualan sektor properti masih berkutat di pulau Jawa.
Untuk melakukan diferensiasi, perseroan harus menjajaki wilayah luar Jawa. Di sana, lanjut Chatib, permintaan terhadap KPR akan tumbuh. Hal itu ditunjukkan oleh kompensasi antara pendapatan dengan peningkatan
inflasi masih minim. "Pasar di luar Jawa masih besar. Pendapatan mereka tidak terlalu terkoreksi oleh inflasi. Sehingga KPR akan bagus di wilayah sana," tukasnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !