INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (21/1) diprediksikan menguat seiring koreksi teknis pada perdagangan kemarin. Buy on weakness untuk BUMI! Bayu Aji, analis dari First Asia Capital mengatakan, potensi penguatan saham
BUMI hari ini semata faktor teknis menyusul aksi
profit taking yang terjadi pada perdagangan kemarin. Aksi ambil untung Rabu (20/1) karena dipicu bursa regional yang kurang kondusif.
Untuk hari ini, Bayu melihat saham sejuta umat ini masih menyisakan potensi penguatan. Karena itu,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.850-3.000, dan
support kuat ada di Rp2.725-2.650, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,89%) menjadi Rp2.775 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.800. Harga tertingginya mencapai Rp2.875 dan terendahnya Rp2.725. Volume transaksi mencapai 392,7 juta unit saham senilai Rp1,1 triliun dan frekuensi mencapai 7.783 kali.
Lebih lanjut Bayu mengatakan, jika kondisi regional mendukung, saham sejuta umat ini potensial mengarah ke level Rp3.000. Jika tidak, BUMI akan bergerak dalam kisaran cukup sempit di level
resistance dan
support pertama. Pergerakan BUMI saat ini lebih terpengaruh kondisi market domestik dan global, ujarnya.
Keadaan ini tampak, pada saat bursa regional memburuk, saham BUMI pun turut terkoreksi. Namun, pelemahan BUMI tidak terlalu buruk hanya 25 poin. Karena itu, tren penguatan masih ada. Apalagi, pelemahan indeks pun sangat tipis dan berada dalam kondisi wajar, paparnya.
Sebaliknya, jika kondisi market regional kurang kondusif, BUMI akan melemah. Namun, pelemahannya akan sangat terbatas. Market regional sendiri hari ini, menurutnya masih ada potensi pelemahan secara teknikal. Namun pasar harus mengantisipasi
potensial up-nya kembali yang mungkin terjadi hari ini juga, tandasnya.
Bayu memaparkan bermain di saham BUMI saat ini, harus benar-benar diiringi dengan mencermati pergerakan bursa regional dan harga komoditas. Sebab, dari sisi aksi korporasi, perseroan belum mengeluarkan berita yang spektakuler lagi. Untuk saat ini BUMI bertahan pada indikator-indikator tadi saja, imbuhnya.
Tapi memang jika melihat valuasinya, lanjut Bayu, saham BUMI saat ini masih murah. Dengan penguatan indeks ke atas level 2.600-an saham BUMI seharusnya sudah berada di level Rp3.000. Dari sisi fundamental di sektor batubara emiten ini sangat kuat. Level Rp3.000 merupakan angka yang wajar, ucapnya.
Di sisi lain, harga batubara sempat tembus di level US$102 di Newcastle sehingga saham BUMI masih murah. Kalaupun harga batubara saat ini turun tapi masih di kisaran yang sangat tinggi di level US$98 per metrik ton. Batubara masih di atas level US$90, timpalnya.
Namun, Bayu kembali mengingatkan untuk saat ini, pergerakan saham BUMI sangat tergantung pada kondisi market global. Jika market Asia mendukung, akan memicu penguatan BUMI lebih agresif ke level Rp3.000. Saya rekomendasikan
buy on weakness untuk
trading saja atas BUMI, pungkasnya. [mdr]