Sabtu, 26 Mei 2012 | 15:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Susno Duadji
Saya Siap Dikonfrontir Sri Mulyani
Oleh:
web - Kamis, 21 Januari 2010 | 04:16 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Mantan Kabareskrim Mabes Polri Susno Duadji siap dikonfrontir perihal surat pemilik Bank Century tentang kesanggupan membayar kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Surat Hesham al-Waraaq dan Rafaat Ali Rizqi kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani berisi kesanggupan keduanya membayar kepada nasabah Bank Century. Namun hingga dua kali pengiriman surat itu, Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan tidak meresponnya.
Saya tidak mau menuduh, mungkin menteri-menteri sibuk. Saya merasa itu bukan wewenang saya sehingga saya tidak mengerti, makanya saya serahkan ke Ibu menteri, bu ini ada surat orang yang menggantikan. Keputusannya bukan pada saya, tetapi kepada RI diwakili Menteri Keuangan, jelasnya ditemui seusai pemeriksaan dirinya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/1). Berikut wawancara lengkapnya:
Apakah penangkapan Robert Tantular berpijak pada laporan BI atau tidak?
Penangkapannya itu bukan berdasarkan laporan BI, tapi berdasarkan data-data yang ada pada kami. Apakah dasar Wapres? Dasar penangkapannya berdasarkan perintah yaitu akselerasi percepatan tindakan kepolisian karena dasar penangkapan berdasar hukum. Jadi, beliau itu sebagai komandan tertinggi kami. Beliau memerintahkan kepada Kapolri, dan Kapolri menganalisis itu, baru kita buat dasar hukumnya.
Dari sisi Bareskrim, apakah kasus Bank Century ini kasus korupsi?
Saya katakan begini, kasus ini supaya tidak campur aduk ada tiga macam, pertama terkait Bank Century, kejahatan terhadap dana nasabah yang dilakukan Robert Tantular bersama kroninya. Pasalnya kejahatan perbankan dan penipuan, pengelapan, money laundering, pemalsuan.
Kedua, terkait Antaboga, adalah kejahatan di bidang pasar modal, penggelapan, penipuan. Ketiga, yang dibahas pansus ini membahas kemungkinan tindak pidana korupsi dengan pengalihan dana dari LPS kepada Bank Century.
Ini berbeda dengan yang kami tangani. Nah, apa polisi sudah lakukan tindakan? Polisi belum lakukan tindakan, beberapa tindakan upaya kepolisian. Kami baru melakukan tindakan lidik.
Bagaimana dengan nasabah Bank Century yang sopir taksi dan pemilik bengkel?
Itu kan terungkapnya setelah saya tidak di Bareskrim. Katanya ada sopir taksi yang dapat. Itu pekerjaannya kan hanya bengkel. Itu pun belum bisa kita kategorikan melakukan kejahatan perbankan karena perlu penelitian mendalam. Darimana duit itu? Kok seorang tukang bengkel ada duit Rp33 miliar. Kemudian yang ada di rekening itu ada Rp24 miliar. Itu perlu penyelidikan lagi.
Apakah Bareskrim mampu tangani soal Bank Century?
Oh jelas, yang ganti saya lebih mampu dari saya. Percaya dalam pergantian kepemimpinan, setiap yang ganti lebih maju. Saya yakinlah dia lebih mampu. Yang penting bagi kita, bagaimana secepatnya menarik duit itu ke Indonesia.
Harapan Anda ke Pansus Century?
Kalau dia bisa memberi rekomendasi hukum sehingga penegak hukum bisa gampang melakukan penyelidikan, sehingga hal-hal yang rumor, Pansus bisa selesaikan.


Soal Menteri Keuangan yang tidak tindaklanjuti surat dari Heesham Warakaat dan Ali Rizki, apakah ada pembiaran?

Saya tidak mau menuduh, mungkin menteri-menteri sibuk. Saya merasa itu bukan wewenang saya sehingga saya tidak mengerti, makanya saya serahkan ke Ibu menteri, bu ini ada surat orang yang menggantikan. Keputusannya bukan pada saya, tetapi kepada RI yang diwakili oleh Menteri Keuangan.
Bagaimana kalau Anda dikonfrontir dengan Sri Mulyani terkait surat dari Hesam dan Ali Rizki?
Yang namanya kesaksian bisa saja dikonfrontir. Tidak masalah saya serahkan kepada Ibu Sri Mulyani dua kali tidak masalah, dan ibu pasti mengakui itu. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
wn
Senin, 25 Januari 2010 | 21:07 WIB
pak susno bantulah pansus century ,supaya anggota dewan yang punya kwalitas mudah membuka skandal bank century, supaya rakyat tahu siapa biang kerok yang ada dibelakang kasus century yang sebenarnya.
johny supranto
Senin, 25 Januari 2010 | 09:56 WIB
menurut saya, langkah bu sri mulyani sudah tepat. Maukah kita bernegosiasi dengan penjahat yang selama ini dianggap licin, licik dan kaya' belut udah dikasih oli. Posisi para penjahat itu sudah skak ster kok..saat ini yg penting langkah pengembalian uangnya udah jelas.
ilyan
Kamis, 21 Januari 2010 | 14:36 WIB
jangan mau Ibu... sekali buaya tetap buaya...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.