Senin, 28 Mei 2012 | 21:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ical: Saya Beri Masukan ke SBY
Headline
Aburizal Bakrie - inilah.com/Dokumen
Oleh:
web - Kamis, 21 Januari 2010 | 00:37 WIB
INILAH.COM, Bekasi - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengaku kerap melakukan pertemuan dengan SBY. Mantan Menko Kesra ini juga mengakui sering memberi saran ke SBY.

Namun, hal itu bukan terkait dengan persoalan Bank Century ataupun pencopotan Sri Mulyani dari posisi Menteri Keuangan. Terakhir, kedua bertemu membicarakan tentang perkembangan di bidang kesejahteraan rakyat, masalah Papua serta sisa anggaran lebih.

"Sebagai partai yang mendukung pemerintah, saya tentu menghadap Presiden dan melakukan pertemuan," kata Ical sapaan akrab Aburizal usai membuka Munas AMPI di Asrama Haji Kota Bekasi, Rabu (20/1).

Ical menegaskan bahwa Golkar adalah pendukung koalisi dengan pemerintah. Golkar menandatangani perjanjian koalisi dengan Presiden bukan dengan partai lain.

"Semua kita bicarakan dan saya berikan masukan kepada Presiden," ujarnya.

Pemilik kelompok bisnis Bakrie group itu menuding adanya orang yang melemparkan isu adu domba. Ketika disinggung apakah dirinya tidak berkeinginan mencari pelaku, Ical menegaskan kalaupun bisa dicari perbuatan itu harus dihentikan dan media diharapkan untuk tidak memuat isu semacam itu.

Disinggung sikap partai Golkar dengan wacana penggantian Sri Mulyani, Ical menyatakan pergantian Mentri hak prerogatif Presiden. Ia juga menyesalkan media yang memuat seolah ia tidak suka dengan Sri Mulyani. Ia mengingatkan agar Indonesia belajar dari kesalahan dan kelemahan yang ada agar dimasa datang bangsa Indonesia bisa lebih baik lagi tanpa harus saling salah menyalahkan.

"Dengan budaya dan pengalaman sejarah, kita harus mengejar prestasi Malaysia, Jepang, Korea Selatan, bukan mengejar dan mencerca satu sama lainnya diantara eleman bangsa sendiri," tegasnya.

Terkait Boediono dan Sri Mulyani, ia menyatakan secara pribadi melihat sosok kedua orang itu sebagai kolega dan tokoh terhormat.

"Kalau toh ada kesalahan dari keduanya atau kekeliruan dan kekurangan sebagaimana yang ditenggarai berbagai pihak dalam pengelolaan krisis Century, keyakinan saya bukan karena motif korupsi, memperkaya diri, atau dengan sengaja ingin mencelakakan negeri yang kita cintai ini," ujar pengusaha sukses ini. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.