INILAH.COM, Padang - Partai Gerindra kesulitan mencari pendamping untuk Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, yang akan dicalonkan dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumbar periode 2010-2015.
"Tidak mudah mendapat pasangan Fadli Zon karena saat ini semua bakal calon gubernur dan wakil gubernur belum ada kepastian. Biasanya, pasangan itu ditentukan di saat-saat terakhir pendaftaran," kata Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Abel Tasman, di Padang, Kamis (21/1).
Dia menyebutkan, tidak gampang memilih bakal calon wakil gubernur karena di Sumbar tokoh itu serba tanggung. Apalagi untuk memilih tokoh sebagai cawagub yang akan mendampingi Fadli Zon dan memiliki kapasitas bagus.
"Sebenarnya kita sudah ancar-ancar dan kini kami tengah menuntaskan pasangan koalisi partai," kata anggota DPRD Sumbar itu.
Menurut dia, untuk mendampingi Fadli Zon dibutuhkan figur yang menguasai lapangan, faham karakter, tipologi dan kultur masyarakat Sumbar dalam pengertian praktis.
"Walau hebat, namun Fadli Zon tentu memiliki kekurangan. Dia tidak lahir dan dibesarkan di Sumbar, sehingga bentuk-bentuk komunikasi hari ini di Sumbar, Fadli Zon tidak menguasai," kata dia.
Ia mengatakan, dalam hal visi dan kemampuan manajerial, Fadli Zon memiliki nilai lebih. Namun untuk persoalan-persoalan di bawah, Fadli Zon belum tahu persis.
Menurut Abel Tasman, figur Fadli Zon sangat tepat memimpin Sumbar lima tahun mendatang. Alasannya, Sumbar membutuhkan figur yang progresif, memiliki visi, kemampuan leadership, manajemen pemerintahan, dan entrepreneurship.
Fadli Zon melalui Fadli Zon Center yang bermarkas di Jl. Ahmad Yani Padang, kini mulai gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat Sumbar melalui iklannya di media terbitan lokal.
Terkait koalisi partai, kata Abel, Gerindra sudah melakukan komunikasi dengan PDI-P, PBR, PPP, Hanura, dan PKS. Namun hingga saat ini belum ada yang final dalam pembicaraan berkoalisi.
Saat ini Gerindra hanya memiliki empat kursi di DPRD Sumbar. Untuk bisa mengusung cagub, sebuah partai atau gabungan partai mesti memiliki minimal sembilan kursi. Atas alasan itu pula, Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain.
Fadli Zon lahir di Jakarta, 1 Juni 1971. Dia seorang kolumnis, penulis dan aktivis sosial politik.
Pria berkaca mata itu menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan Master of Science (MSc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris.
Dia banyak menulis buku di antaranya, Gerakan Etnonasionalis: Bubarnya Imperium Uni Soviet (Sinar Harapan, 2002); The IMF Game: The Role of the IMF in Bringing down the Soeharto Regime (IPS, 2004); Politik Huru Hara Mei 1998 (IPS, 2004); Politics of May Riots 1998 (Solstice, 2004).
Saat ini, Fadli Zon menjabat Wakil Ketua Umum Gerindra, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Hubungan Luar Negeri dan Organisasi Internasional (2004-2009), Direktur Eksekutif Institute for Policy Studies sejak 1997, Dewan Redaksi majalah sastra Horison sejak 1993, Pemimpin Redaksi Jurnal VISI sejak 1997, Dewan Redaksi Majalah Tani Merdeka sejak 2007.
Dalam pencalonan dirinya sebagai gubernur Sumbar, Fadli Zon mengusung slogan Muda, Bersih, dan Profesional. [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !