KETIKA terserang penyakit yang harus dilakukan adalah berobat. Namun, setelah pengobatan secara medis menemui kebuntuan, obat-obat tradisional dijadikan alternatif. Ini pendapat yang tidak bisa dibenarkan.
Semestinya ketika hendak berobat keduanya harus mendapat porsi yang sejajar. Sehingga, antara medis dan alternatif menjadi bagian dari pilihan pengobatan. Sebab, niat berangkat berobat sudah dapat menjadi sugesti kesembuhan penyakit.
Salah satu yang bisa menjadi alternatif adalah pengobatan lewat daun mimba yang oleh masyarakat dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan diabetes mellitus, hypertensi dan kanker.
Dewasa ini kepopuleran daun mimba semakin melambung karena dipercaya sebagai obat anti kanker, bahkan mampu menghambat perkembangan HIV yang menjadi penyebab penyakit AIDS.
Daun mimba mengandung azadiractin (C35H44 dan O16) serta komponen lain yang diklaim sebagai racun. Selain itu, daun mimba juga mengandung unsur-unsur lain selain azadiractin yang belum terdeteksi dan belum teridentifikasi. Azadiractin terdiri atas 17 komponen, di antaranya azadiractin A dan azadiractin B.
Belum diketahui secara pasti komponen mimba yang paling berperan sebagai pestisida. Namun, menurut beberapa hasil penelitian yang paling berperan sebagai pestisida adalah azadiractin A, sementara menurut penelitian lainmenunjukkan data yang berbeda.
Kemudian salah satu atau beberapa kandungan aktif daun mimba berperan sebagai obat. Ada dugaan azadiractin itu sendiri yang berperan sebagai obat jika dikonsumsi dengan dosis yang tepat atau diolah (direbus).
Namun, hingga kini penggunaan daun mimba sebagai obat masih menjadi kontroversi diberbagai pihak. Di satu sisi Mimba diklaim sebagai pastisida atau bahan beracun dengan kandungan azadiractin yang sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia.
Sementara itu di pihak lain ada kenyataan di masyarakat bahwa daun mimba dibuat obat tradisional kanker yang sangat mujarab dan tidak seperti apa yang dikhawatirkan.
Oleh sebab itu, gunakan daun mimba sebagai obat dengan benar. Oleh karenanya, agar tidak terjadi salah dosis ikuti petunjuk terapis yang membantu penyembuhan penyakit.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !