INILAH.COM, Jakarta - Jennifer Dunn merasa tidak bersalah atas kasus narkoba yang menimpanya. Jennifer mengatakan dirinya siap membuka siapa pemilik 7 butir ekstasi yang dituduhkan miliknya.
Tentang itu, berikut wawancara singkat INILAH.COM dengan Jennifer di sel Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (21/1) petang.
Bagaimana tadi?
Tegang pasti. Aku merasa gemetar. Aku masih nervous. Aku merasa dijebak dan aku di sini dijebak, kok. Deg-degan. Di sini gue nggak tahu apa-apa. Sekarang aja gue masih nervous gila. Apalagi ini baru bacaan dakwaan, baru permulaan banget.
Bagaimana di Rutan Pondok Bambu?
Aduh, tidak enak rasanya di penjara. Meski mereka di dalam welcome.
Kabarnya masih merasa mengecewakan mama?
Iya, mama dan pokoknya semua orang-orang terdekat. Gue merasa bersalah sekali gampang percaya teman, gampang terpengaruh teman, gampang kebawa teman. Jadi gue banyak melibatkan orang-orang di sini.
Hikmahnya?
Pasti buat gue ini pelajaran yang besar, pengalaman yang berharga serta pengalaman pahit. Buat gue pokoknya ke depan lebih berhati-hati dalam memilih teman, karena di sini gue tidak tahu apa-apa. Gue tidak mau terulang dengan kejadian yang sama untuk kedua kalinya.
Lantas tujuh butir itu milik siapa?
Kalian ikuti saja. Nanti ketahuan kok milik siapa pil ekstasi itu, karena gue siap buktikan siapa pemilik tujuh pil itu. Gue siap bicara di sidang berikutnya.
Jadi benar Jennifer pernah terlibat kasus yang sama?
Gue tidak pernah terlibat kasus lain kok. Gue akan berhati-hati karena ini pelajaran berharga. Gue merasa bersalah karena terlalu percaya sama teman-teman.
Selama di rutan apa yang dilakukan?
Gue belajar menganyam dan masang manik-manik. Gue suka main badminton.
Lantas keluarga bagaimana?
Gue senang ditemani keluarga dan teman. Ini pengalaman paling pahit buat gue dan tidak ada yang gue salahkan. Inilah hidup yang harus gue jalani. Gue pengen masalah cepat selesai, dan karena gue rindu mama, keluarga, apalagi kasur di rumah."
Kesimpulannya?
Dengan kejadian ini gue merasa dibentuk Tuhan. Tapi semuanya gue jalani saja dan mungkin Tuhan mau mengubah gue. Makanya gue dibuat seperti ini. Tuhan masih sayang sama gue. [aji/mor]