Minggu, 27 Mei 2012 | 13:06 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Secara Teknis, BUMI Masih Bertenaga
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Jumat, 22 Januari 2010 | 08:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Di tengah minimnya sentimen, saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (22/1) diprediksikan menguat seiring koreksi teknis dua hari terakhir. Rekomendasi hold BUMI.
Analis riset dari Reliance Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, potensi penguatan BUMI hari ini semata faktor teknikal setelah dua hari mengalami pelemahan berturut-turut.
Titik support di level Rp2.675 sangat kuat sehingga hari ini berpotensi menguat ke level resistance Rp2.800, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (21/1) petang.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,80%) menjadi Rp2.725 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.775. Harga tertingginya mencapai Rp2.825 dan terendahnya Rp2.675. Sedangkan volume transaksi mencapai 236,5 juta unit saham senilai Rp647,9 miliar dan frekuensi 5.686 kali.
Namun, Gina mengatakan dari sisi sentimen market saham sejuta umat ini sangat tergantung pada pergerakan bursa regional terutama Hang Seng. Pada perdagangan kemarin pun, meski bursa Eropa positif, tapi bursa China dan IHSG terkoreksi.
Selain itu juga karena faktor profit taking, serta kenaikan indeks yang sudah cukup tinggi sehingga terjadi jenuh beli (overbouhgt), ujarnya.
China mencatatkan pertumbuhan 2009 di atas ekspektasi di level 8,7%, tapi prediksi untuk tahun ini, pertumbuhan ekonomi negara tirai bambu itu akan lebih rendah. Karena itu, sentimennya menjadi negatif terhadap BUMI dari sisi market, paparnya.
Kecuali, imbuhnya jika harga minyak mentah dunia menguat kembali ke level US$80 per barel dari saat ini di level US$77 yang didukung dengan penguatan harga batubara. Semua itu akan mendorong penguatan BUMI lebih jauh. Tapi, untuk saat ini, BUMI lebih terpengaruh oleh regional, timpalnya.
Sementara itu, menurutnya, sentimen dari BUMI yang mencatat pertumbuhan penjualan batubara sebesar 12,81% sepanjang 2009 dan produksi yang naik 6,89% seharusnya menjadi sentimen positif. Tapi, pelaku pasar saat ini lebih melihat bagaimana peluang penjualan dan produksi batubara BUMI di 2010, tukasnya.
Di sisi lain, dari sisi valuasi sejak 20 Desember 2009, saham sejuta umat ini mengalami penguatan berkelanjutan. Karena itu, kalaupun hari ini terjadi koreksi kembali sehingga genap menjadi tiga hari sangat wajar. Tapi, secara teknikal tetap potensi penguatan masih ada, tandasnya.
Secara umum, sentimen positif untuk BUMI belum ada, dan tinggal menunggu bagaimana pergerakan bursa regional saja. Regional sendiri saat ini masih mengkhawatirkan perekonomian yang belum pulih. Meskipun pulih terjadi perlambatan sehingga menjadi sentimen negatif dalam dua hari terakhir ini, imbuhnya.
Sementara itu, sentimen dari rapat China Invesment Corporation dengan Grup Bakrie kemarin menurutnya sangat tergantung pada hasil dari rapat tersebut. Salah satunya pembicaraan dalam rapat tersebut adalah soal konvesrsi utang BUMI.
Kalau konversi sudah diserap pasar, timpalnya. Kecuali, kalau rapat itu menghasilkan aksi korporasi yang baru. Hal itu dipastikan akan direspon oleh pasar.
Seperti diketahui, salah satu masalah yang dibahas dengan CIC adalah rencana perusahaan itu mengkonversi sejumlah pinjamannya ke BUMI menjadi 10% saham baru yang akan diterbitkan melalui penawaran umum terbatas tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Gina justru mengharapkan rapat itu membahas proyek-proyek baru yang akan dilakukan di 2010. Itu pun proyeksinya harus berada di atas ekspektasi pasar seperti strategi baru dalam pengembangan usaha di luar pikiran pasar. Baru sentimennya akan sangat positif bagi BUMI, tuturnya.
Secara tren, saham BUMI untuk jangka menengah masih akan menguat. Tapi, di tengah minimnya sentimen untuk jangka menengah, Gina merekomendasikan hold. Untuk jangka pendek, 3-4 hari, BUMI masuk ke area bearish jika titik support di 2.675 bisa ditembus, pungkasnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.