Minggu, 27 Mei 2012 | 19:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Oleh:
web - Kamis, 1 Januari 1970 | WIB
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
bajul
Sabtu, 23 Januari 2010 | 16:36 WIB
Ini bukan perbedaan antar mazhab ekonomi. Yg jelas Hendri Saparini, Kwik Kian Gie, Rizal Ramli, Dradjat Wibowo dan Ichsanuddin Noorsyi adalah orang2 yg anti SBY saat PilPres kemarin dan memihak pada salah satu CaPres yg gagal. Jadi orang2 itu sampai sekarang masih sakit hati karena jadi pecundang.
Galih
Jumat, 22 Januari 2010 | 10:49 WIB
Kristalisasi pendapat ekonom di Pansus menjadi bermazhap Neoliberal dengan Konstitusi itu sangan menyesatkan dan mengarahkan dan mengiring opini bahwa yang tepat adalah mazhab konstitusi. Apa ada sebenarnya mazhab neoleberal atau konstitusi? Jawaban absolutly TIDAK ADA.
Galih
Jumat, 22 Januari 2010 | 10:46 WIB
Pengamat Politik kok mengkomentari dan menyimpulkan dan mengkristalisasi adanya mazhab neoliberal dan konstitusi. Jadinya menyesatkan dan menggiring opini publik yang salah seolah-olah ada satu pihak yang salah atas pendapat mereka. Dasssaaaar komentator yang cari sensasi...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.