INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berpeluang menjual aset Matahari Department Store (MDS) kepada peritel Jepang. Setelah aset itu dialihkan ke PT Matahari Department Store Tbk.
Namun, belakangan tersebar kabar divestasi aset MDS itu merupakan persiapan Matahari untuk menjual department store tersebut. Akibatnya, harga saham MDS yang berkode LPPF melonjak.
Ketika dikonfirmasi, Presiden Direktur Matahari Benjamin Mailool mengatakan sampai saat ini semua opsi masih dijajaki, demikian dikutip dari Bisnis Indonesia, Jumat (22/1). "Semua opsi masih terbuka. Kami tentu tidak ingin menutup diri dalam memaksimalkan nilai bagi pemegang saham. Memang banyak juga peritel yang berminat [terhadap MDS], tetapi kami lihat dulu," tuturnya. Menurut dia, ke depan perseroan tetap memfokuskan pada penguatan bisnis ritel di semua lini, termasuk MDS.
Matahari Putra menuntaskan restrukturisasi kepemilikan MDS kepada PT Pacific Utama Tbk yang kini berubah nama menjadi PT Matahari Department Store Tbk pada Desember 2009. Langkah ini melalui transfer kepemilikan sebanyak 90,76% saham.
Manajemen Matahari Putra memaparkan pelepasan aset tersebut diharapkan memberi fleksibilitas bagi MDS untuk ekspansi lebih jauh, termasuk dalam hal pencarian dana eksternal. Matahari berjanji tetap mengembangkan MDS, meskipun kini tidak secara langsung berada dalam portofolio bisnis ritelnya. Portofolio itu kini tinggal Hypermart, Foodmart, Times Bookstore, dan Time Zone.
Data penjualanMDS pada 2008 sebesar Rp5,87 triliun dan dengan perhitungan yang sama valuasi untuk 100% saham sebesar Rp4,70 triliun atau setara dengan US$510,7 juta, dengan asumsi US$1=Rp9.200. [hid]