INILAH.COM, Jakarta Rapat CIC dengan Group Bakrie kemarin dinilai tak berpengaruh pada laju saham BUMI akhir pekan ini. Tapi secara teknis, anak usaha Bakrie ini masih berpeluang naik. Rekomendasi hold.Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities memperkirakan saham PT Bumi Resources (
BUMI) akan mengalami penguatan teknis. Sebab, secara umum belum ada sentimen yang bisa menopang pegerakannya.
Bahkan, rapat kemarin antara China Invesment Corporation (CIC) dengan Grup Bakrie pun dinilainya tidak berpengaruh apa-apa. Titik
support di level Rp2.675 sangat kuat sehingga hari ini berpotensi menguat ke level
resistance Rp2.800, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Kamis (21/1) saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,80%) menjadi Rp2.725, dengan intraday Rp2.825 dan Rp2.675. Sedangkan volume transaksi mencapai 236,5 juta unit saham senilai Rp647,9 miliar dan frekuensi 5.686 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah dua hari terkoreksi, apakah BUMI berpeluang rebound akhir pekan ini?Secara teknikal, BUMI berpeluang menguat, karena dua hari kemarin mengalami pelemahan berturut-turut. Tapi, dari sisi sentimen market, saham sejuta umat ini sangat tergantung pada pergerakan bursa regional, terutama Hang Seng.
Pada perdagangan kemarin pun, meski bursa Eropa positif, tapi Shanghai dan IHSG terkoreksi. Selain karena faktor
profit taking, juga kenaikan indeks sudah cukup tinggi sehingga terjadi jenuh beli (
overbouhgt).
Meski kemarin China mencatatkan pertumbuhan 2009 di atas ekspektasi di level 8,7%, tapi prediksi pertumbuhan untuk tahun ini akan lebih rendah. Karena itu, sentimennya menjadi negatif terhadap BUMI dari sisi market.
Bagaimana dengan koreksi harga minyak ke US$75 per barel
?Minyak akan menjadi sentimen positif jika harga minyak mentah dunia menguat kembali ke level US$80 per barel

, didukung penguatan harga batu bara. Semua itu akan mendorong penguatan BUMI lebih jauh. Tapi, untuk saat ini, BUMI lebih terpengaruh oleh regional.
Lalu, seperti apa sentimen dari BUMI yang mencatat pertumbuhan penjualan batubara 12,81% dan produksi batubara yang naik 6,89% sepanjang 2009?Seharusnya menjadi sentimen positif. Tapi, pelaku pasar saat ini lebih melihat bagaimana peluang penjualan dan produksi batu bara BUMI di 2010. Sedangkan dari sisi valuasi sejak 20 Desember 2009, saham ini mengalami penguatan berkelanjutan. Ini berarti, kalaupun hari ini terkoreksi sehingga genap menjadi tiga hari, sangat wajar. Tapi, secara teknikal tetap potensi penguatan masih ada.
Secara umum, sentimen positif untuk BUMI belum ada. Sekarang tinggal menuggu bagaimana pergerakan bursa regional saja. Regional sendiri saat ini masih mengkhawatirkan perekonomian yang belum pulih. Meskipun pulih terjadi perlambatan sehingga menjadi sentimen negatif dalam dua hari terakhir ini.
Bagaimana pengaruh dari rapat China Invesment Corporation (CIC) dengan Grup Bakrie kemarin?Sangat tergantung pada hasil dari rapat tersebut. Salah satu pembicaraannya adalah soal konversi utang BUMI menjadi 10% saham baru melalui penawaran umum terbatas tanpa HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu).. Kalau soal itu, konversi sudah diserap pasar. Kecuali, kalau rapat itu menghasilkan aksi korporasi yang baru. Hal itu pasti akan direspon pasar.
Saya justru mengharapkan rapat itu membahas proyek-proyek baru yang akan dilakukan di 2010. Itu pun proyeksinya harus berada di atas ekspektasi pasar seperti strategi baru dalam pengembangan usaha yang memang di luar pikiran pasar. Baru sentimennya akan sangat positif bagi BUMI.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?Secara tren saham BUMI untuk jangka menengah masih akan menguat. Tapi, di tengah minimnya sentimen untuk jangka menengah, saya rekomendasikan
hold. Untuk jangka pendek, 3-4 hari, BUMI masuk ke area
bearish jika titik
support di 2.675 bisa ditembus. [jin/ast]