INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Keuangan akan menjual 4 seri surat utang negara (SUN) dengan jumlah indikatif sebesar Rp5 triliun melalui lelang pada 26 Januari 2010.
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/1) menyebutkan, penjualan 4 seri SUN itu untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2010. Empat seri SUN yang akan dilelang adalah seri SPN201100113, FR0031, FR0040 dan FR0050.
Untuk SPN20110113 (reopening) merupakan SUN jangka pendek dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 13 Januari 2011 (tenor 1 tahun).
Seri FR0031 (reopening) memiliki tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 11,00 persen dan akan jatuh tempo 15 November 2020. Pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Mei dan 15 November. Seri FR0040 (reopening) memiliki tingkat bunga tetap 11 persen dan jatuh tempo 15 September 2025. Pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Maret dan 15 September.
Sementara seri FR0050 (reopening) memiliki tingkat bunga tetap 10,50 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2038. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Januari dan 15 Juli.
Penjualan SUN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka menggunakan metode harga beragam (multiple price).
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
Pemerintah memiliki hak untuk menjual ke empat seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.