INILAH.COM, Jakarta Pemerintah Indonesia ikut mengusahakan bantuan untuk negara yang sedang diinvasi pasukan Barat, Afghanistan. Namun apa wujudnya, akan bergantung pada negara itu sendiri.
Afghanistan bukan negara yang kurang perhatian, mereka sudah banyak memperolehnya dari berbagai pihak. Sehingga kita perlu memastikan bantuan seperti apa yang mereka perlukan. Kami akan mendengarkan pihak Afghanistan, kata Menlu Marty Natalegawa di Gedung Deplu, Jakarta, Jumat (22/1).
Sehingga segala bentuk bantuan itu sifatnya tepat sasaran dan efektif. Tak ada duplikasi dengan bantuan dari negara lain, tidak selaras dengan keinginan pemerintah Afghanistan, atau tidak sesuai dengan kemampuan kita, tambahnya.
Berdasarkan kriteria itulah, Marty mengatakan bantuan dari Indonesia kemungkinan akan konsentrasi ke arah capacity building. Seperti bidang teknis atau kemampuan dan bidang-bidang lainnya yang tidak terlalu diperhatikan negara lain.
Bidang apa itu, nanti kita akan mendengar langsung dari pihak Afghanistan. Kalau kita bekerjasama dengan negara lain kan inginnya kita menyampaikan dulu apa yang kita butuhkan. Tidak bisa diatur negara lain, pungkasnya. Pada tanggal 28 Januari mendatang, akan ada konferensi internasional di London yang membahas mengenai terorisme global. [vin]