INILAH.COM, Jakarta Infrastruktur Haiti yang rusak parah membuat bantuan dari Tanah Air sulit masuk ke negara itu. Akibatnya, terpaksa dialihkan ke negara tetangganya, Republik Dominika.
Misi bantuan kita tidak dapat masuk ke Haiti karena kondisi saat memang sangat sulit. Sehingga dengan segala pertimbangan, bantuan yang telah kita siapkan dikeluarkan dari pesawat di Republik Dominika, papar Jubir Deplu Teuku Faizasyah, di Gedung Deplu, Jakarta, Jumat (22/1).
Bantuan itu akan masuk ke Haiti melalui jalan darat, untuk selanjutnya diserahkan kepada badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berwenang, World Food Programme (WFP). Mereka akan mendistribusikan kepada masyarakat korban gempa.
Sementara tiga dari lima WNI yang berada di Haiti, sedang menantikan kepindahan mereka ke Hawaii oleh pemilik hotel tempat mereka bekerja. Mereka juga masih menunggu kondisi bandara memungkinkan untuk penerbangan komersial.
Dua warga kita yang bekerja di PBB akan kembali pada waktunya. Sebab jasa-jasa mereka sangat dibutuhkan. Kita mencatat, banyak terdapat korban dari misi PBB yang bekerja di Haiti dan mereka masih diminta bantuannya, pungkas Faiz. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !