INILAH.COM, Jakarta - Setiap perempuan pasti pernah pura-pura orgasme. Lha, wong persentase maksimal mencapai titik puncak hanya 35% kok. Jauh sebelum itu pun, perempuan sudah terbiasa pura-pura terangsang.
Banyak alasan untuk itu. Karena berbakti mengantarkan pasangan agar feel good dan merasa hebat di ranjang. Ada perasaan takut jika pasangan kecewa akan hasil kerjanya yang di bawah standar.
Banyak perempuan yang dari sejak foreplay pun sudah tahu tidak akan bisa orgasme, pasangan tidak mampu menunjukkan apa yang diinginkan. Lebih parah lagi ada yang sama sekali tidak tahu bagaimana cara untuk sampai ke orgasme.
Padahal sekali perempuan pura-pura, para pria menganggap sudah cukup mampu membuat pasangan puas. Jeleknya, tidak ada usaha mencoba sesuatu yang baru dan memahami kebutuhan pasangan.
Pada saat yang sama, dari sisi perempuan justru tengah berkembang rasa marah, kecewa dan putus asa untuk mendapat pengalaman baru yang menyenangkan. Bibit pertentangan dan hubungan yang tidak sehat, sudah mulai muncul.
Masih banyak cara merasakan kemesraan tanpa perlu pura-pura orgasme. Yang diperlukan hanya jujur dan niat baik dari pria dan perempuan.
Dr Laura Berman dari TodayShow.com menganjurkan, setidaknya ada beberapa hal yang bisa menyelamatkan dari pura-pura.
Pertama, katakan langsung ke pasangan dengan bahasa dan suasana yang baik. Bahwa Anda agak sulit orgasme, barangkali perlu mencoba sesuatu yang baru. Pria pun umumnya merasa tertantang untuk mencoba.
Saat bercinta hentikan suara pura-pura itu, kecuali juga benar-benar menikmatinya. Karena Anda yang tahu apa yang diinginkan, sesekali arahkan kegiatan bercinta itu ke tempat yang diinginkan. Pria yang sedang bercinta tidak ada energi membaca pikiran pasangannya.
Secara alami perempuan memang perlu waktu lebih banyak untuk pemanasan. Kalau belum terangsang tidak perlu berpura-pura, toh tidak ada target waktu.
Jangan pula berpikiran si pria akan cepat bosan. Saat bercinta pikirkan diri Anda sendiri, jangan kesenangan pasangan. Karena pria secara alami lebih mudah mendapatkannya.
Selanjutnya adalah mengedukasi diri sendiri. Jika Anda tidak tahu cara merangsang diri sendiri, akan sangat sulit mengatakan kepada pasangan.
Daripada terbebani oleh pura-pura orgasme, lebih baik menikmati prosesnya. Katakan kepada pasangan bahwa golnya bukan klimak seks, sebab kemesraan dan kedekatan mendatangkan kenikmatan juga. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !