INILAH.COM, Jakarta - Ryan, vokalis d'Masiv bersyukur apa yang ada karena d'Masiv bisa diterima pecinta musik Indonesia. Meskipun lelah karena padatnya konser, Ryan dan d'Masiv menikmatinya.
Tentang itu, berikut ini wawancara singkat INILAH.COM dengan Ryan di Musica Studio, Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (22/1).
d'Masiv bagaimana kabarnya?
Alhamdullilah, kita baik-baik saja meskipun badan agak sedikit tidak enak. Maklum karena hampir seminggu kita sedang digeber untuk promosi album baru kita. Tadi pagi bangun tidur cuma minum teh hangat, karena kita tidur pukul 04.00 WIB dan paginya kita sudah harus ke sini.
Tidak merasa lelah?
Kita selalu berusaha menikmatinya. Namanya juga pekerjaan jadi kita harus enjoy menjalankan pekerjaannya. Berusaha biasa aja.
Soal membuat lagu, inspirasinya datang dari mana?
Buat dMasiv lagu itu merupakan anugerah. Dan tidak hanya lagu saja, tetapi liriknya pun anugrah. Semua tergantung momen, kapan saja gue dan dMasiv bisa buat lagu. Gue pribadi selalu membawa gitar karena dalam situasi apapun gue selalu mendapat ilham untuk membuat lagu.
Biar mencipta sendiri, pernah lupa lirikkah saat manggung?
Pernah sih, cuma tidak terlalu sering. Cuma kalau penontonnya pada hapal lagu kita, kitanya cuma tinggal berakting saja. Kalau ada lagu-lagu baru seperti album kita sekarang mungkin kita belum terbiasa saja dalam membawakan lagu-lagu kita. Hafal sih pasti.
Rasanya lagu kalian diterima masyarakat?
Ya, alhamdullilah karena buat kami dMasiv cuma ingin membuat lagu untuk menghasilkan sebuah karya agar karya-karya kita bisa diterima dan disenangi. Kalau itu terjadi itu berharga banget. Ke depan, kita pengen menyenangkan para pendengar musik tetapi yang paling utama kita pengen menyenangkan keluarga, khususnya orang tua kita masing-masing karena dengan musik kita bisa membuktikan ke orang tua kalau bisa hidup dari musik.
Setelah manggung, biasanya apa yang kalian lakukan?
Selesai manggung kita langsung balik karena semua personel dMasiv bukan tipe yang suka hura-hura karena kita sudah menghabiskan banyak waktu di luar karena pekerjaan kita, dibanding di rumah. Sebisa mungkin kita gunakan untuk beristirahat.
Terakhir, seandainya kalian tidak bermusik lagi?
Kita pengen membuat investasi di bidang lain, karena kita menyadari kalau band itu tidak selamanya berada di atas dan kita juga pengen menghasilkan uang di bidang lain. [aji/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !