INILAH.COM, Jakarta - Duta Konsulat Republik Rakyat China Dai Bingguo hari ini (22/1), mengunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Kepresidenan. Kunjungan itu untuk mempererat dua negara.
Menurut Juru Bicara Presiden Bidang Internasional Dino Patti Djalal, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam ini ada beberapa yang ditekankan SBY. Yakni Indonesia dan China dapat mengisi kemitraan regional dan global misalnya ASEAN, APEC, ASEAN-China, dan pentingnya Indonesia-China untuk memantapkan G20.
"Presiden menekankan Asia akan menjadi pilar pertumbuhan ekonomi dunia, dan RRC akan jadi pilar pertumbuhan ekonomi Asia," ujarnya di kantor Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/1).
Senada dengan SBY, tutur Dino, Dai Bingguo juga mengatakan, hubungan Indonesia dan China sangat penting, apalagi Indonesia adalah pilar di Asia. Tak hanya itu, Dai Bingguo juga memuji Indonesia tentang ke sukses menjaga persatuan, meningkatkan kemakmuran, dan menjaga kohesi sosial dalam percaturan kawasan dan internasional.
Namun dalam pertemuan SBY dan Dai Bingguo itu tidak membahas tentang kerja sama perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN-China yang saat ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Sebelum bertemu dengan Presiden, Duta Konsulat Republik Rakyat China terlebih dahulu bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di kantornya.
Dalam pertemuan dengan Boediono, topik pembicaraan yang dibahas terkait dengan keamanan dan ketahanan. Dalam pertemuan itu, Presiden SBY menyatakan akan mengunjungi China pada pertengahan tahun ini. Sementara SBY juga berharap Perdana Menteri China Wen Jiabao dapat mengunjungi Indonesia. [win/jib]