INILAH.COM, Balikpapan - Ketua MPR Taufik Kiemas menegaskan tidak setuju adanya impeachment atau pemakzulan.
Hal ini dutegaskan Taufik Kiemas usai melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan dalam rangka Mou antara MPR dengan persatuan guru Indoensia (PGRI), Sabtu (23/1).
"Secara pribada saya tidak menginginkan adanya pemakzulan itu. Saya ini merasakan bentang sejarah tentang pemakzulan itu," ujarnya.
Dia juga membeberkan bahwa pengalaman dari sejarah, di mana pemakzulan ini sudah terjadi sebanyak 4 kali di Indonesia, yaitu pada zaman Soekarno, Soeharto, Habibie, dan Gus Dur. "Semua kejadian tersebut membuat hubungan menjadi tidak baik," tuturnya.
Jadi, lanjutnya, dari pengalamannya secara pribadi, pemakzulan ini akan membuat bangsa ini terpecah. "Jadi makanya saya kalau ditanya setuju nggak adanya pemakzulan ini, saya jawab tidak setuju. Saya sudah melihat 4 kali pemakzulan ini. Dan saya kan lebih banyak yang mengalaminya baik dalam zaman Soekarno, Soeharto dan saya tertekan, tapi saya nggak berbuat apa pun juga," pungkasnya.
Menurut Taufik, syarat berpolitik itu ada 3 hal, yaitu berani minta maaf, harus memaafkan, dan yang paling penting tidak ada dendam sama sekali. [cms]