INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan di Istana Bogor Kamis (21/1) lalu ternyata atas inisiatif Ketua MPR Taufik Kiemas dan Ketua DPD Irman Gusman.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas dalam sebuah wawancaranya di sebuah radio swasta, Sabtu (23/1). Menurutnya, pertemuan yang lebih pantas disebut pertemuan silaturohim yang dilakukan antara Presdien Susilo Bambang Yudhoyono dengan pimpinan lembaga negara seperti MA, Komisi Yudisial, DPR, BPK, MK, dan MPR ini merupakan respon dari Presiden terhadap gagasan yang awalnya dari Ketua MPR Taufik Kiemas.
Pertemuan ini berawal atas inisiatif Taufik yang sebelumnya bicara-bicara dengan Ketua DPD Irman Gusman yang kemudian mengundang pimpinan lembaga negara ke Gedung MPR untuk membicarkan masalah persoalan negara, khususnya kasus Century. Menurutnya, Tk dan Irman memandang persoalan kasus century ini perlu menjadi fenomena yang harus dipahami bersama para lembaga negara.
"Saat itu petemuan pun berlangsung. Tapi waktu itu ada usulan bagaimana kalau lembaga negara kepresidenan juga dilibatkan dalam masalah ini. Akhirnya semuanya pun sepakat dan jadilah pertemuan Istana Bogor ini dilaksanakan," ungkapnya.
Dia juga mengutarakan bahwa pertemuan di Istana Bogor ini lebih kepada semangat kebersamaan sense of belonging atau sence of cultureness. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !