INILAH.COM, Jakarta - Sektor pariwisata Indonesia sampai saat ini diyakini masih kompetitif dibandingkan dengan beberapa negara pesaing.
"Sektor pariwisata dunia secara umum sedang mengalami penurunan, tetapi pariwisata Indonesia tumbuh positif pada 2009," kata Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Sapta Nirwandar, di Jakarta, Sabtu (23/1).
Sapta Nirwandar mengatakan, sampai saat ini daya saing pariwisata Indonesia terbilang lumayan meski pertumbuhan jumlah turis yang masuk Se Indonesia hanya 0,4%.
Menurut Sapta, pariwisata Indonesia yang tumbuh tipis merupakan prestasi di tengah kemunduran sektor pariwisata dunia.
"Negara lain seperti Australia, Singapura, dan Thailand tumbuh negatif, sedangkan kita bisa bertahan padahal mempertahankan target itu adalah suatu perjuangan berat di tengah krisis global," katanya.
Ia berpendapat, turunnya jumlah kunjungan wisman ke beberapa negara kompetitor yakni Thailand, Malaysia, dan Singapura bukan melulu faktor internal tetapi juga krisis global.
"Dan Indonesia naik bukan karena Thailand turun atau faktor lain tetapi karena kita masih memiliki daya saing, masih memiliki value for money sebagai daya tarik," katanya.
Ia mengakui sampai saat ini masih banyak persoalan yang menghambat perkembangan sektor pariwisata domestik. Di antaranya apatisme daerah untuk membangun dan memelihara destinasi wisata yang ada di wilayahnya.
"Seharusnya dengan adanya otonomi daerah, masing-masing daerah harus semakin aware merawat destinasi yang ada di wilayahnya," kata Sapta.
Meski begitu, pihaknya tetap optimistis pariwisata Indonesia akan semakin tumbuh positif pada 2010.
Sejumlah indikator pendukung seperti pertumbuhan ekonomi yang semakin baik diperkirakan akan mengembalikan "long haul" atau lama tinggal turis di Indonesia.
Pada 2010, pihaknya menargetkan mampu menjaring tujuh juta wisman dengan perolehan devisa US$6,75 miliar dan menggerakkan wisatawan nusantara atau wisnus sebesar 230 juta perjalanan dengan pengeluaran Rp138 triliun.
Tahun lalu, Indonesia mampu menjaring 6,459 juta wisman atau meningkat 0,4% dibanding 2008. Sedangkan pergerakan wisatawan nusantara atau wisnus nus 2009 sebesar 226 juta perjalanan dari sebelumnya 225,4 juta perjalanan pada 2008.
Pariwisata Indonesia pada 2009, kata dia, menghadapi tiga tantangan serius sekaligus sepanjang tahun yakni kasus flu babi, krisis global, dan terorisme melalui aksi pemboman. Meski begitu, sektor pariwisata Indonesia pada akhirnya mampu bertahan bahkan tumbuh positif hingga tutup tahun. [mor]