inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Soal Impeachment, Cuma TK dan Presiden yang Tahu

Headline
Taufik Kiemas - inilah.com/Dokumen
Oleh: Windi Widia Ningsih
Minggu, 24 Januari 2010 | 05:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sikap Ketua MPR Taufik Kiemas yang cenderung menolak adanya impeachment, diduga terjadi karena adanya deal-deal tertentu.

"Deal-deal khusus pasti ada. Tapi yang tahu itu hanya TK dan SBY," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakri kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (24/1).

Menurut Umar, TK itu adalah orang yang pragmatis, dan selalu mementingkan kepentingan sesaat. Hal itu terbukti dengan terpilihnya TK menjadi Ketua MPR, karena posisi tersebut atas dukungan
SBY sebagai Ketua Pembina Partai Demokrat, dan bukan dukungan PDIP.

"Nah, ini momen bagi TK untuk balas budi," ujarnya.

Sementara, lanjut dia, Presiden yang mengumpulkan pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara di Istana Bogor, Jumat lalu adalah bentuk antisipasi yang dilakukan Presiden jika Pansus Century ini berlanjut pada impeachment.

Langkah ini, bisa menghambat laju Pansus, tapi bukan mencegah. Karena baik Ketua DPR, MPR, maupun DPD tidak memiliki kekuatan. Posisi mereka hanya bersifat serimonial.

"Boleh saja Presiden berharap impeachment tidak terjadi. Tapi yang menentukan ada impeachmen atau tidak adalah fraksi-fraksi DPR," ujarnya.

Menurut dia, laju impeachment bisa dihentikan kalau Presiden SBY memanggil semua fraksi.[win/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.