INILAH.COM, Jakarta - Sikap Ketua MPR Taufik Kiemas yang cenderung menolak adanya impeachment, diduga terjadi karena adanya deal-deal tertentu.
"Deal-deal khusus pasti ada. Tapi yang tahu itu hanya TK dan SBY," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakri kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (24/1).
Menurut Umar, TK itu adalah orang yang pragmatis, dan selalu mementingkan kepentingan sesaat. Hal itu terbukti dengan terpilihnya TK menjadi Ketua MPR, karena posisi tersebut atas dukungan
SBY sebagai Ketua Pembina Partai Demokrat, dan bukan dukungan PDIP.
"Nah, ini momen bagi TK untuk balas budi," ujarnya.
Sementara, lanjut dia, Presiden yang mengumpulkan pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara di Istana Bogor, Jumat lalu adalah bentuk antisipasi yang dilakukan Presiden jika Pansus Century ini berlanjut pada impeachment.
Langkah ini, bisa menghambat laju Pansus, tapi bukan mencegah. Karena baik Ketua DPR, MPR, maupun DPD tidak memiliki kekuatan. Posisi mereka hanya bersifat serimonial.
"Boleh saja Presiden berharap impeachment tidak terjadi. Tapi yang menentukan ada impeachmen atau tidak adalah fraksi-fraksi DPR," ujarnya.
Menurut dia, laju impeachment bisa dihentikan kalau Presiden SBY memanggil semua fraksi.[win/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !