INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufiq Kiemas yang menolak adanya impeachment tidak bisa diartikan sebagai sebuah perintah terhadap PDIP.
"DPP PDIP belum ngomong, Mega dan Pramono belum ngomong, kalau mereka sudah ngomong baru itu ada sesuatu. Ini kan yang ngomong Taufik Kiemas," kata pengamat politik Zulfikar Gozali kepada INILAH.COM,
di Jakarta, Minggu (24/1).
Menurut Zulfikar, yang memiliki kuasa atau yang perkataannya didengar selain Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, adalah Sekjen PDIP Pramono Anung.
"Selain pimpinan Fraksi PDIP, Pramono juga sebagai Wakil Ketua DPR, itu baru didengar oleh kader PDIP," imbuhnya.
Sementara TK, tutur dia, semakin tidak berkuasa setelah para pendukungnya di PDIP satu persatu mengundurkan diri dari PDIP.
Ia juga mengatakan bila terjadi impeachtmen, pastinya berasal dari DPR, bukan di MPR. "MPR bukan apa-apa, kalau DPR belum buka keran maka MPR tidak bisa apa-apa," ujarnya.[win/ims]