Senin, 28 Mei 2012 | 21:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Survei Membuktikan: Century Naik, Kabinet Turun
Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh:
web - Minggu, 24 Januari 2010 | 09:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kasus Century unggul dibanding kinerja Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, dalam hal popularitas.

Ini adalah hasil survei yang dilansir IndoBarometer di Jakarta, Sabtu (23/1). Dari responden yang disurvei, hanya 49 persen yang tahu mengenai program 100 hari kabinet.

Sementara, yang mengetahui persoalan kriminalisasi dua wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah ada 69 persen, pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang diduga melibatkan Antasari Azhar mencapai 79 persen.

Jumlah responden yang tahu mengenai skandal bailout Bank Century sebanyak 77 persen.

Menurut Direktur Eksekutif IndoBarometer, M Qodary, ada 25 persen responden mengikuti perkembangan kasus Century setiap hari.

''Program 100 hari betul-betul tenggelam karena persoalan-persoalan hukum dan politik," ujar Qodary. Survei dilakukan pada 8 hingga 18 januari 2010.

IndoBarometer juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono. Hasilnya, terjadi penurunan tingkat kepuasan publik sebanyak 15 persen.

Tingkat kepuasan publik mencapai 75 persen, sedang pada survei Agustus 2009 mencapai 90 persen. "Angka 75 persen ini masih kabar bagus," ujar Qodary.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.