Minggu, 27 Mei 2012 | 13:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemerintah Resmi Canangkan Industri Hilir Sawit
Headline
Hatta Rajasa-MS Hidayat-Bayu K - inilah.com/Fahmi
Oleh:
web - Minggu, 24 Januari 2010 | 11:14 WIB
INILAH.COM, Dumai - Pemerintah resmi mencanangkan pengembangan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical di Kuala Enok dan Dumai di Kawasan Industri Dumai (KID) Sabtu (24/1).

Pencanangan itu dilakukan langsung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krishnamurti dan pejabat daerah setempat. "Klaster industri hilir kelapa sawit ini nantinya menjadi salah satu penggerak roda perekonomian nasional yang berbasis kepada sumber daya alam terbarukan," ujar Hatta sebelum acara pencanangan itu.

Dia juga mengatakan, pengembangan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical pada dua lokasi yang berbeda di Riau itu merupakan salah satu rencana aksi dari revitalisasi industri.

Pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit itu bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemerintah yang memfokuskan pada tiga strategi pembangunan yakni peningkatan sumber daya alam.

Kemudian meningkatkan peranan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga industri harus diintervensi melalui kebijakan tidak lagi menjual bahan baku (industri hulu) tetapi juga industri hilir dan terakhir meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Untuk meningkatkan daya saing, lanjut Menko Bidang Perekonomian, maka pemerintah telah membuat berbagai terobosan dalam program 100 hari pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu II dengan maksud menghilangkan seluruh hambatan pembangunan bidang ekonomi yang terjadi selama 2004-2009.

Melalui program tersebut terdapat 45 program dengan 130 rencana aksi dan dari jumlah itu untuk bidang ekonomi terdapat 19 program dengan 52 rencana aksi termasuk pencanangan klaster, penyelesaian masalah tata ruang dan sebagainya. "Salah satu revitalisasi yang kita lakukan di bidang industri adalah melakukan klaster-klaster ekonomi sehingga menghasilkan nilai tambah yang membawa berbagai dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Gubernur Riau, Rusli Zainal, dalam lAporannya menyebutkan, Provinsi Riau dengan luas daerah 130 ribu meter per segi dengan 12 kabupaten/kota dan jumlah penduduk 5,2 juta jiwa memiliki bagi pengembangan industri hilir kelapa sawit.

Pada akhir tahun 2008, provinsi penghasil minyak dan gas itu memiliki luas perkebunan kelapa sawit sekitar 2,3 juta hektar dengan sebanyak 6 juta ton per tahun yang sebagian besar diekspor ke luar negeri dengan 91 negara tujuan. "Riau mulai mengembangkan perkebunan kelapa sawit sejak tahun 1980-an dan kehilangan triliunan rupiah karena tidak mampu melaksanakan industri hilir dari satu komoditas perkebunan itu," ujarnya. [*/mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Said Nizam Luthfi, MM
Jumat, 18 Maret 2011 | 11:47 WIB
Untuk wilayah Sumatera Utara, PTPN III juga sedang mengembangkan Kawasan Industri Sei Mangkei yang berbasis kelapa sawit dengan luas tahap I sebesar 104 hektar, rencana perluasan hingga 600 hektar dan 3000 hektar.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.