INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meningkatan jumlah investor hingga 2,3 juta dalam 3 tahun dan meningkatkan jumlah emiten yang berkualitas dan lebih besar.
Hal itu disampaikan Direktur Utama BEI Ito Warsito, pekan ini di Jakarta. Peningkatan jumlah investor tersebut bisa dilakukan dengan didukung sistem online agar pasar pun lebih efisien.
"Jumlah penduduk Indonesia sekitar 240 juta orang tetapi jumlah investor pasar modal masih sangat sedikit. Dengan sistem online diharapkan bisa meningkatkan jumlah investor pasar modal," ujar Ito.
Hal senada diungkapkan Direktur Utama PT Indopremier Securities Alpino Kianjaya. Alpino mengatakan, sistem online dapat meningkatkan jumlah nasabah. "Dengan sistem online trading jauh lebih transparan dan investor bisa mengetahui portofolionya," kata Alpino di Jakarta.
Selain meningkatkan jumlah investor di pasar modal, BEI akan meningkatkan jumlah emiten di pasar modal. Menurut Ito, untuk meningkatkan jumlah emiten yang berkualitas dan banyak ada tiga target calon emiten yang akan dibidik.
Adapun ketiga emiten tersebut adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan perusahan besar dan belum go public. "Dengan menjadi perusahaan terbuka, BUMN menjadi lebih terbuka dengan penerapan good corporate governance," tutur Ito.
Selanjutnya adalah perusahaan-perusahaan yang mengelola sumber daya alam (SDA) dan perusahaan yang memiliki kredit perbankan sekitar Rp500 miliar. "Sepanjang perusahaan tersebut memenuhi syarat untuk go public. Perbankan bisa mengevaluasi debiturnya," jelas Ito.
Seperti diketahui, beberapa BUMN akan melakukan penawaran saham umum perdana ke publik antara lain PT PP Persero, Garuda Indonesia dan PT Krakatau Steel. [mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !