inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Orgasme Bersama dalam Tempo Singkat

Headline
arthazone.com/
Oleh: Entin Supriati, Kontributor
Selasa, 27 Mei 2008 | 07:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kapan saat tercepat mencapai klimaks? Jawabannya adalah pada saat bersolo seks alias masturbasi. Kenapa? Karena diri kita sendiri yang mengontrolnya. Namun bukan berarti Anda dan pasangan tidak dapat mencapai klimaks dengan cepat.

Cobalah tips di bawah ini, setidaknya buat pasangan yang sedang diburu waktu.

Setelah cukup foreplay, ketika merasa sudah waktunya untuk berlanjut ke pertarungan yang sebenarnya, si pria sebaiknya berbaring. Mr Dick yang tegak berdiri bukan berarti harus segera penetrasi. Jangan terburu-buru mempertemukan Mr Dick dan Mrs V.

Beri kesempatan si bapak yang sedang berbaring menikmati tubuh pasangannya. Pastikan dia untuk menyukai cara perempuan bekerja. Dimulai dengan berjongkok, berat badan bertumpu pada lutut. Lebarkan sebelah kaki bertumpang pada kaki sebelah si pria.

Sentuh Mr Dick dan usap-usapkan pada bibir lembah kenikmatan, lalu perkenalkan pada klitoris. Mainkan Mr Dick di depan gawang seolah-olah hendak penetrasi namun tarik kembali. Sekali, dua kali, tergantung sejauh mana Anda dan pasangan menikmatinya. Lalu pelan-pelan penetrasi. Bertumpu pada paha pria, si perempuan menurunkan badan.

Tips dari buku 5 Minutes to Orgasm Every Time You Make Love, Dr Claire Hutchins mengatakan, pada posisi ini, si perempuan yang mengontrol kedalaman penetrasi dan variasi pergerakan pelvis, perut ke kiri dan kanan, serta menyentuh dada si pria dengan susu tanpa kaleng.

Penetrasi yang dalam membantu mendekatkan wilayah paling sensitif pada pria terbenam pada lembah kenikmatan. Gabungan semua sensasi itu mengundang orgasme cepat datang.

Namun tidak semua pria menerima posisi tersebut. Bukan karena tidak menyukai, namun lebih sebagai ego psikologis. Karena seolah-olah si perempuanlah yang mengendalikan dan mengukir anggapan agresif.

Katakan pada otak untuk berhenti berpikir. Jika masih ingin berlanjut, bisa berguling, bertukar posisi. Adil bukan? [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.