Sabtu, 26 Mei 2012 | 15:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Anggota FPI Babak Belur Dikeroyok 15 TNI
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Senin, 25 Januari 2010 | 04:28 WIB
INILAH.COM, Bekasi - Sarkum (35), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Front Pembela Islam (FPI) Jati Sampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, babak belur dikroyok 15 oknum aparat TNI, Minggu (24/1).

Perseteruan itu dipicu setelah salah seorang oknum TNI bernama Rudi Hartono, yang diketahui berpangkat Kapten pada Divisi Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Keramat Jati, Jakarta merasa tidak terima dituduh mencuri lembaran daun singkong di kebun milik warga setempat.

H. Yasin (35), warga sekitar di Pondok Gede, mengatakan kejadian itu bermula saat Rudi sedang memetik daun singkong di kebun warga RT06 RW01, Kampung Raden, Kelurahan Jati Ranggon, Pondok Gede, Sabtu (23/1) sekitar pukul 19.30 WIB.

"Saat itu aksi Rudi diketahui oleh Sarkum yang kebetulan tengah melintas di kawasan itu. Korban memberitahu Rudi bahwa tindakannya itu salah dan dianggap mencuri hingga terjadi pertengkaran," katanya.

Peristiwa itu sempat menimbulkan kegaduhan hingga warga sekitar melerai pertengkaran dan membawa keduanya ke kantor RT setempat untuk diselesaikan secara musyawarah.

"Akhirnya, keduanya sepakat berdamai dengan disaksikan warga dan ketua RT. Namun, Rudi terkesan belum dapat menerima situasi itu," katanya.

Lalu pada hari itu juga, kata dia, sekitar pukul 13.00 WIB, Rudi bersama 14 rekannya mendatangi rumah Sarkum saat yang bersangkutan sedang tidur siang. "Mereka menyeret Sarkum ke luar rumah dan melakukan pengeroyokan di dalam rumah korban," katanya.

Sementara itu, Ketua RT06 RW01, Kampung Raden, Abdul Haris, turut membenarkan hal itu. "Saat peristiwa pengambilan daun singkong korban mengatakan, Pak Rudi lebih baik bilang dulu kepada pemiliknya takut dibilang pencuri," kata Haris seraya memperagakan situasi.

Dalam perselisihan yang berlangsung di kantor RT, kata dia, Rudi mengaku mengambil daun singkong untuk keperluan makan siangnya di rumah. "Rudi sendiri tidak menyadari bahwa daun singkong itu ada pemiliknya. Ia mengira daun itu tumbuh liar," katanya.

Haris sendiri mengaku bingung, mengapa situasi itu bisa berbuntut pada aksi pengeroyokan. "Padahal sebelumnya mereka sudah sepakat berdamai. Rudi pun sudah menyampaikan maaf kepada pemilik kebun bernama Pak Sa`it dan dimaafkan," ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Laskar FPI Bekasi Raya, Ust Murhali Barda, mengaku akan memproses kasus pengeroyokan tersebut secara hukum. "Ini adalah bukti keangkuhan seorang aparat. Bukannya TNI bertugas melindungi rakyat, bukan malah sebaliknya," ujar Murhali.

Murhali menambahkan, hasil visum dari RS Polri akan dijadikan sebagai bukti otentik terhadap tindak kekerasan oknum TNI yang selanjutnya segera diserahkan pihaknya kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

"Korban menderita luka pukul di bagian pelipis mata kiri, bibir bengkak, hidung keluar darah, dan leher belakang lebam," ujarnya. [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
senmong
Selasa, 26 Januari 2010 | 12:17 WIB
fpi kalau lagi diatas angin hukum rimba dipakai. sekarang kog mau lapor polisi?
hmsabar
Selasa, 26 Januari 2010 | 08:43 WIB
SAYA tidak sependapat kalo ini dikatakan lembaga TNI, tapi terkadang masyarakat kita suka tidak menghormati lembaga TNI yang menjadi PILAR bangsa ini. Selamat untuk TNI jangan gentar, pemeriksa TNI adalah POM TNI bukan polisi. Ntar kalo sala bisa dua lembaga ini baku hantam pula.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.