inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Inilah Saham Pilihan Pekan Ini!

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Wahid Ma'ruf
Senin, 25 Januari 2010 | 09:47 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Hari ini indeks saham diperkirakan bergerak ke bawah sehingga mengindikasikan pelemahan dengan pergerakan di level 2.545-2.676. Saham pilihan seperti TINS, JSMR, TLKM dan BUMI.

Demikian dikutip dari hasil riset Reliance Securities, Senin (25/1). Momentum jangka pendek masih bergerak ke bawah. Untuk saham pilihan seperti saham Timah (TINS) yang hari ini direkomendasikan beli di 2.125 dan beli di 2.250 dari penutupan pekan lalu 2.200. Saham TIn diperkirakan masih akan mengalami pelemahan. Pergerakan akan menujul jenuh jual sehingga potensi pembalikan arah dapat terjadi dalam waktu dekat. Untuk saham Jasa Marga (JSMR) juga diperkirakan masih akan melemah. Namun jenuh jual yang suadh berada di bottomnya mengidnikasikan akan terjadi pembalikan arah. Saham JSMR direkomendasikan beli di level 1.760 dan jual di level 1.830 dari penutupan pekan lalu di 1.800.

Sementara saham TLKM hari ini direkomendasikan beli di 9.100 dan jual di level 9.450 dari penutupan pekan lalu di 9.300. Pergerakan saham TLKM terjadi pembalikan arah namun batas risiko di titik level 8.900 untuk entry poin. Untuk saham Bumi Resources (BUMI) pada perdaangan hari ini berpotensi naik dengan volume perdagangan yang mengalami kenaikan pada pekan lalu. Saham BUMI direkomendasikan beli pada level 2.575 dan jual di level 2.725 dari penutupan pekan lalu di level 2.675.

Sementara menutut analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono kalau indeks berhasil bertahan di level 2.600 akan menambah kepercayaan investor. "Meskipun pada hari ini diproyeksikan indeks tertekan dengan kisaran di 2.580-2.630," katanya.

Pada perdagangan jumlah lalu bergerak melemah -1,06% pada 2.610,340. Pelemahan indeks mengikuti gerak bursa regional yang melemah menyusul kebijakan Pemerintah Obama yang melarang perbankan AS berinvestasi di hedge fund, serta langkah perbankan China yang menaikkan GWM. Kedua kebijakan dari 2 negara adidaya ini memberikan kekhawatiran pelaku pasar akan keluarnya likuiditas dari pasar saham untuk beberapa saat. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Bastian P @ Selasa, 26 Januari 2010 | 11:06 WIB
Ini analisis bagus. Good Job.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.