Senin, 28 Mei 2012 | 21:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Minta SBY-Boed Turun
Mahasiswa UNAS Nekad Jahit Mulut
Headline
Istimewa
Oleh: Fidela Hasworini
web - Senin, 25 Januari 2010 | 10:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) nekad menjahit mulut. Dalam aksi ini mereka menuntut Presiden SBY dan Wapres Boediono turun dari jabatan.

"Kami membuat posko mogok makan dan jahit mulut ini sebagai bentuk solidaritas kami sebagai mahasiswa kepada korban dari kebijakan pemerintah SBY-Boediono yang tidak pro rakyat yang tertindas, maka kami menginginkan rezim SBY-Boediono turun," ujar Koordinator aksi UNAS Ponco Sulaksono di Jakarta, Senin (25/1).

Aksi yang banyak menyita perhatian ini, dilakukan oleh tiga mahasiswa yang nekad menjahit mulutnya. Aksi ini sudah diketahui rektorat, namun tidak ada respon hingga saat ini.

Dalam aksinya, kata Ponco mereka menuntu pemerintah segera menyelesaikan kisruh skandal Bank Century. Mereka menyebutkan berbagai kasus yang dianggapnya tidak pro rakyat seperti korban lumpur Sidoarjo yang belum mendapat ganti rugi penuh dari pemerintah.

"Banyak kasus seperti kasus Lapindo yang masih berlarut-larut, dimana uang ganti rugi Rp 1,7 triliun belum terealisasikan ke masyarakat yang terkena imbas luapan lumpur Lapindo dan juga penyelewengan dana
Century sebesar Rp 6,7 triliun," ujar Ponco.

Ia belum memastikan kapan aksi jahit mulut ini akan berakhir. Namun ia mengungkapkan adanya kemungkinan bertambahnya jumlah mahasiswa yang akan mengikuti rekannya dalam aksi ini.

"Belum bisa dipastikan kapan aksi ini akan selesai. Tapi kemungkinan akan bertambah rekan kami yang akan mengikuti aksi jahit mulut ini. Kita lihat saja nanti," pungkasnya. [ikl]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.