INILAH.COM, Jakarta - PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) merencanakan penambahan pengembangan 400mw lagi listrik PLTP. Setelah sampai saat ini Chevron mampu memproduksikan 400mw listrik PLTP.
"Kami tetap berkomitmen untuk mengembangkan listrik IPP, melalui pengembangan PLTP di Indonesia. Rencananya kami akan menambahkan kapasitas listrik 400mw lagi," kata President Chevron Geothermal Barry Andrews saat RDP dengan komisi VII DPR-RI, Jakarta, Senin (24/1).
Dia melanjutkan, namun secara keseluruhan untuk menarik keterlibatan swasta dalam menyediakan pasokan listrik di tanah air, perlu dilakukan beberapa hal penting diantaranya soal penyempurnaan peraturan peraturan yang ada, serta soal jaminan kesiapan PLN menyerap listrik PLTP.
"Kami pun mempertanyakan apakah target yang diinginkan pemerintah soal keterlibatan swasta dalam membangun listrik IPP sebesar 3000mw bisa tercapai atau tidak, sepanjang masih banyak persoalan yang harus diselesaikan segera," katanya.
Barry mencontohkan kalau pengembangan listrik PLTP di Indonesia belum didukung dengan peraturan yang bagus, bahkan lebih bagus dari Filipina.
Ada beberapa kendala soal pengembangan listrik IPP dengan PLN di antaranya soal belum pastinya PLN menerima harga listrik dari IPP. PLN belum belum bisa menerima begitu saja harga listrik yang sudah ditetapkan, PLN selalu menginginkan negosasi ulang. Begitu soalperhitungan EPC nya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !