INILAH.COM, Jakarta - Penggasakkan uang menggunakan kartu ATM dinilai polisi karena lemahnya pengamanan dari pihak bank. Pihak bank dinilai hanya mengandalkan kamera CCTV untuk mengawasi mesin ATM.
"Kalau kita lihat ATM-ATM seperti itu, apakah ada yang dijaga oleh petugas? secara fisik kan tidak, hanya dipasang kamera CCTV," ujar Kabid Humas Kombes Boy Rafli Amar, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1).
Menurut Boy, pihak bank semestinya meningkatkan sistem pengamanan di gerai ATM yang disediakannya, di tempat publik. "Dari sistem pengamanan data base perbankan seharusnya lebih ditingkatkan, karena yang memiliki sistem informasi, atau sistem pengamanan pin kartu ATM dan sejenisnya. Ini terkait dengan sistem pengamanan di kartu itu," jelas Boy.
Hal itu dikarenakan canggihnya sistem penggasakan uang dalam rekening bank milik nasabah, yang umumnya bank-bank besar. Pelaku juga dicurigai dari kalangan terdidik, yang memahami betul tentang sistem informatika. Mengingat modus yang dilakukan menggunakan cara pemasangan alat berupa skimmer atau alat penyalin data digital, kartu ATM.
"Data itu yang digunakan untuk dicocokkan dengan ATM palsu, ini masalah sistem pengamanan perbankan. Diperlukan teknologi yang lebih tinggi untuk pengamanan ATM dan sejenisnya," kata Boy. [ikl]