INILAH.COM, Jakarta - Berangkat dari kekaguman atas kerukunan dan toleransi umat beragama di Tanah Air, pemerintah AS makin menggiatkan dialog lintas agama antara kedua negara.
Dialog tersebut, Indonesia-US Interfaith Cooperation, akan digelar mulai hari ini, Senin (25/1) hingga Rabu, 27 Januari di Jakarta. Menlu Marty Natalegawa telah membuka acara tersebut secara resmi.
"Hari ini, kita akan menyaksikan sejumlah unsur dari kedua negara mengimplementasikan komitmen untuk memperkuat modernisasi," ujarnya.
"Selain itu, kita juga menggalakkan kerjasama dan dialog sebagai sebuah cara untuk mengatasi tantangan dunia yang makin kritis," lanjut Marty.
Dalam dialog tersebut, delegasi RI beranggotan 30 orang tokoh agama, LSM, akademisi, media, serta pejabat Deplu dan Depag, yang dipimpin oleh Dirjen Infomed Deplu, Andri Hadi. Sementara 20 orang delegasi AS dipimpin oleh Direktur Senior Global Engagement for the White House National Security COuncil, Pradeep Ramamurthy. AS juga mengundang 10 tokoh agama dari beberapa kawasan Asia sebagai pengamat.
Indonesia sendiri selama ini telah menggagas kegiatan dialog lintas agama secara bilateral dengan sejumlah negara. Seperti Belanda, Kanada, Libanon, Australia, Italia, Inggris, Rusia, dan Tahta Suci Vatikan.
"Saya percaya, dialog lintas agama dan kerjasama ini akan menjadi awal baik untuk masa depan bersama kedua negara," pungkas Marty. [vin/mut]