INILAH.COM, Jakarta - Pakar telematika Roy Suryo menuding Ruby Z Alamsyah mengajari masyarakat bagaimana caranya membobol ATM Bank. Namun hal itu dibantah pria yang kerap dijadikan saksi ahli Polri dalam kasus pidana ini.
"Saya tidak mendemonstrasikannya, tapi saya mengilustrasikan. Kalau anda lihat tayangan itu, saya justru bertanya dibagian mana Ruby mengajarkan tindakan kriminal pembobolan ATM. saya menerangkan itu secara general tidak spesifik," tuturnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (25/1).
Ia juga mengatatakan, jika beberapa alat peraga yang digunakannya bukanlah alat bukti kepolisian. Hal itu, lanjut Ruby, bisa ditanyakan salah satu stasiun televisi swasta yang mengundangnya sebagai narasumber.
"Saya tidak pakai barang bukti apapun dari kepolisian, bisa ditanyakan ke media yang bersangkutan itu (alat Skimmer) milik mereka. Salah satu media itu membeli di salah satu mall yang saya tidak bisa sebutkan nama mall-nya. Karena skimmer bisa dibeli bebas dan dijual murah.
Dijelaskan Ruby, saat diundang salah satu stasiun televisi swasta tersebut, dirinya sempat bertanya diminta untuk keperluan apa keterangan dia. "Lalu media tersebut bilang untuk edukasi masyrakat. Ya saya mau kalau untuk edukasi masyarakat," tandas Ruby.
Mengenai pernyataan Polri yang bilang Ruby bukan merupakan pegawai atau ahli IT dari Mabes Polri, ia membenarkan pernyataan tersebut. Karena dirinya mengaku adalah profesional digital forensik dari PT Jaringan Nusantara (Jarnus).
Perusahaan tersebut, Ruby mengungkapkan, pihaknya kerap memberikan servis digital forensik dan melakukan analisa dengan SOP internasional. Kliennya tersebar selain penegak hukum juga ada corporate. Bahkan ia menambahkan, dirinya juga sering disewa polisi. Mulai dari penyeleidikan sampai pengadilan.
"Jika Roy Suryo meragukan keahlian saya, bisa dicek saya sering membantu atau dimintai bantuan oleh Polda Metro Jaya, Mabes Polri, Polda Sumut dan Polda Papua. Sejak 3 tahun lalu tepatnya 2006 saya sudah banyak membantu kepolisian terkait digital forensik. Misalnya dalam kasus pembunuhan Alda Risma, Munir, dan terakhir Antasari," tandas Ruby. [jib]