Sabtu, 26 Mei 2012 | 07:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Linda Gumelar Berbagi Pengalaman Kanker Payudara
Headline
Linda Amalia Sari
Oleh:
web - Senin, 25 Januari 2010 | 14:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - "Saya merupakan mantan penderita kanker payudara yang bisa bertahan hidup," kata Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari yang akrab disapa Linda Gumelar, istri Letjen TNI (Purn) Agum Gumelar, di Jakarta, Senin (25/1).

Pernyataan Linda itu disampaikan di hadapan puluhan perempuan yang sebagian di antaranya adalah penderita kanker dan sebagian lainnya adalah anggota wadah Perempuan Peduli Kanker Serviks (PPKS) atau kanker mulut rahim yang berada di bawah Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Kepada para penderita kanker dan anggota PPKS, wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat, 15 November 1951 itu mengajarkan untuk tetap optimistis dan percaya bahwa semuanya bisa diatasi dengan pengobatan yang baik.

"Saya menderita kanker payudara 13 tahun lalu, dan setelah lima tahun pengobatan saya akhirnya bisa sembuh total," katanya dengan penuh rasa empati.

Mertua pebulu tangkis Taufik Hidayat itu juga bercerita bahwa kanker payudara yang ia derita pada saat itu baru masuk stadium satu namun sangat ganas.

Akhirnya setelah melalui pengobatan rutin selama lima tahun ia bisa sembuh total.

Sebagai mantan penderita kanker, maka Menteri tahu betul bahwa penyakit tersebut sangat membahayakan dan mengancam kualitas hidup perempuan Indonesia.

Karena itu, ia mengingatkan kepada para perempuan untuk melakukan upaya pencegahan dini dengan memeriksakan diri ke rumah sakit secara rutin.

Karena kanker yang terdeteksi pada stadium awal bisa lebih mudah disembuhkan dibandingkan kanker yang sudah masuk stadium tinggi.

Pasalnya, tingginya kasus kanker di Indonesia khususnya kanker leher rahim disebabkan oleh keterbatasan akses informasi tentang penyakit kanker leher rahim termasuk screening dan pengobatan mengakibatkan tingginya angka kasus tersebut di negara berkembang termasuk Indonesia.

Mantan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia itu menambahkan, kanker leher rahim adalah kanker nomor satu yang sering terjadi pada perempuan di Indonesia . Terdapat 40-45 kasus kanker serviks baru setiap harinya dan mengakibatkan sekitar 20-25 kematian/hari. [*/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.