Senin, 28 Mei 2012 | 21:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
ATM Bobol
4 Nasabah Bank Mandiri Lapor Polda
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Laela Zahra
web - Senin, 25 Januari 2010 | 15:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Korban pembobolan ATM di Jakarta terus bertambah. Kali ini 4 nasabah Bank Mandiri melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya.

Pelapor pertama bernama Limbong (53) dan Zulkifli (50), keduanya merupakan nasabah Bank Mandiri cabang Medan, sumatera Utara. Kedua pria yang berprofesi sebagai karyawan Perusahaan Listrik Negara (PLN), menyadari uangnya telah raib dari rekening bank-nya, Minggu(24/1) malam.

"Ketahuan hilang dari SMS banking, kok ada SMS masuk terus menerus, ada penarikan uang lewat debet. Saya langsung hubungi Mandiri supaya diblokir," kata Limbong usai melapor ke SPK Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1).

Limbong mengaku menerima SMS banking secara berturut-turut, yang mengatakan telah dilakukan transaksi debet sebesar Rp 1.250 juta per transaksi. "Tiap 5 menit ada laporan SMS banking penarikannya Rp 1.250 juta terus, itu kejadian sekitar pukul 22.00 WIB. Kerugian saya sekitar Rp 30 juta," ungkap Limbong yang mengaku telah lebih dari 10 tahun, menjadi nasabah Bank Mandiri.

Pelapor berikutnya juga nasabah Bank Mandiri atas nama Soemadi Saiman (60), dengan Nomor Laporan Polisi 245/K/I/TMRM/SPK Unit I. Ia mengaku rekeningnya terus berkurang melalui transaksi debet dari mesin ATM. "Kerugian saya sekitar Rp 90 juta," imbuhnya.

Soemadi menjelaskan, dia tidak menggunakan layanan SMS banking maupun mobile banking. Dia menyadari uangnya hilang saat melakukan pengecekan saldo secara manual, di Bank Mandiri cabang Lapangan Rose, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar 22 Januari 2010 lalu. "Itu berkala (penarikan yang dilakukan pencuri), saya kan jarang nge-print buku tabungan, tiba2 kok berkurangnya banyak," keluhnya.

Korban keempat yang melapork ke SPK Polda Metro Jaya, Moehardono (63), warga Jl. Robusta I Blok Q4, No 6, Rt 4, Rw 6, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dia melapor ke SPK dengan Nomor Laporan Polisi
247/K/I/2010/SPK/Unit I. "Ada sebanyak 4 kali penarikan berturut-turut, masing Rp 1.200.000, penarikan dilakukan dari ATM BNI. Kerugiannya sekitar Rp 4.8 juta," ungkap Moehardono.

Dan korban penggasakan ATM yang melapor ke SPK Polda Metro, seorang wiraswasta bernama Zumriah (22), yang menjadi nasabah Bank BCA cabang Mal Ciputra, Jakarta Barat. Dia menjelaskan, uangnya hilang melalui transaksi pembelian pulsa dari ATM, untuk provider seluler XL. "Tiap hari rutin pengisiannya Rp 100 ribu, tapi nomornya saat dihubungi, tidak bisa. Kerugian saya Rp 1,3 juta," tandasnya. [ikl]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.