INILAH.COM, Jakarta - Puluhan ribu aktivis yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) akan turun ke jalan tepat pada 100 hari SBY, 28 Januari mendatang. Polisi juga menurunkan puluhan ribu personelnya.
"Ada sepuluh ribu dukungan dari berbagai organisasi yang sudah sepakat. Totalnya ada 54 organisasi yang terdiri dari kemahasiswaan, buruh, tani, LSM bahkan dokter juga ada yang mau gabung, dari luar dan dalam negeri," ujar Humas GIB Iwan Budi di Jakarta, Senin (25/1).
Ia mengaku, persiapan yang dilakukan para aktivis sudah hampir matang. Namun, para aktivis masih tetap menggelar pertemuan untuk merapatkan barisan.
"Persiapan sudah mencapai kematangan, besok ada rapat untuk koordinasi aksi di PB Muhammadiyah. Start besok dari Indosat kita akan ke Istana Presiden," katanya.
Menurut aktivis GIB Yudi Latief, GIB lahir dari keprihatinan berbagai lembaga terhadap persoalan-persoalan korupsi mulai dari kriminalisasi KPK, bentroknya wewenang lembaga hukum yang kemudian muncul gerakan GIB.
"Kita sadar pemberantasan korupsi saling berhubungan dan harus didekati secara komprehensif mulai dari struktural, intitusional dan konstitusional dan kultural. Dari penilaian itu SBY seluruhnya gagal, dengan tidak berpihak pada ekonomi rakyat, lembaga hukum yang lemah dan untuk pencitraan SBY membangun pencitraan rumah diatas pasir. Begitu kelihatan ada banyak kasus citra ini tidak bekerja, jadi sebaiknya SBY mundur saja," ungka dia. [mut]