Minggu, 27 Mei 2012 | 13:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Telkomsel Pastikan Tender Sistem tak Libatkan Israel
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Senin, 25 Januari 2010 | 19:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Telkomsel memastikan empat perusahaan peserta tender Billing System adalah berbadan hukum dari negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia dan bukan negara Israel.

"Peserta tender, Convergys, Amdocs, Comverse, dan Oracle adalah terdaftar di Amerika Serikat, sedangkan Orga perusahaan berbadan hukum dan terdaftar di Jerman," kata Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno.

Dalam keterangan persnya, Sarwoto menuturkan, dalam proses tender dan sebelum penentuan pemenang, Telkomsel telah mendapatkan klarifikasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat bahwa tiga dari perusahaan tersebut berbadan hukum dan terdaftar di Amerika Serikat.

Sebelumnya, proses tender billing system untuk Operating System Software (OBS) dan Billing Software System (BSS) senilai Rp1,2 triliun itu mendapat sorotan karena disebut-sebut memberikan keistimewaan kepada perusahaan tertentu.

Namun menurut Sarwoto, Telkomsel dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 80 juta, berupaya memperhatikan berbagai situasi dan kondisi yang berkembang di Indonesia.

Untuk selalu terdepan dalam kompetisi, Telkomsel membutuhkan beragam pengaplikasian sistem teknologi yang mutakhir dari pemasok teknologi berkelas dunia.

Menanggapi hal itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan akan mengawasi pengadaan barang dan jasa di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor telekomunikasi untuk menghindari praktik persaingan tidak sehat.

"KPPU berwewenang menyelidiki tender yang dilakukan semua badan usaha, termasuk BUMN. Ini masuk dalam rencana kerja digarap KPPU tahun ini," kata juru bicara KPPU, A Junaidi.

Menurutnya, sektor telekomunikasi salah satu perhatian karena pengadaan barang dan jasa biasanya dibungkus dengan spesifikasi tertentu yang menguntungkan rekanan dari pejabat pengadaan barang.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah menambahkan, maraknya isu yang menerpa tender dari anak usahanya itu karena adanya pihak yang tidak puas dengan hasil akhir dari lelang. "Itu ulah mereka yang kalah saja. Telkom Grup selalu melakukan tender dengan konsep Good Corporate Governance," kata Rinaldi. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
benyamin
Jumat, 9 Juli 2010 | 02:00 WIB
gilaaa.. bukan hanya negara yg membenci israel, tapi juga PT telkomsel. mengutuk Israel sama dengan mengutuk diri sendiri. lihat negara apa yg selalu mengutuk israel, gak ada yg nyaman, perang teruss, klo gak Gempa. saya yakin Telkomsel bakalan bangkrutttt! kasian sekali!!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.