INILAH.COM, Jakarta - Mentalis Deddy Corbuzier akan beratraksi memprediksi kejadian di masa mendatang. Atraksi itu sekaligus ia jadikan sebagai protes atas komentar pakar telematika, Roy Suryo saat Deddy beraksi menebak headline Harian Kompas, pada 2003.
Roy, ungkap Deddy, pernah mengecewakan dirinya ketika membuat asumsi-asumsi yang tidak benar saat ia berhasil menebak headline Harian Kompas.
"Ia mengatakan bahwa aksi yang saya lakukan hanya sekadar trik, menukar kaset rekaman dengan kaset baru, atau hanya trik setting tape. Ini mengecewakan karena dia (Roy Suryo) tidak hadir dalam atraksi saya tersebut. Selain itu bukan wewenang dia karena apa yang saya lakukan bukan bidangnya dia," ungkapnya.
Soal atraksinya, Deddy mengungkapkan pada 6 Juni mendatang di akan memprediksikan sebuah hal yang memiliki skala jauh lebih luas dibandingkan dengan headline koran.
"Beda dengan waktu menebak Kompas, saya berhasil menebak tepat sampai titik komanya, tapi waktu itu skala nasional. Kalau yang sekarang skalanya lebih bear yakni kejadian yang dibincangkan dunia dan merupakan peristiwa dunia yang pasti terjadi," ungkapnya.
Ia berani menjamin kalau 90% tebakannya akan benar. "Saya akan menggunakan metode yang sama dengan atraksi menebak headline Kompas, yakni dengan merekam suara di kaset dan sebulan kemudian dibuka apakah rekaman itu sesuai dengan apa yang sedang dibicarakan di dunia," katanya. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !