INILAH.COM, Jakarta - Hingga saat ini belum ada respon pemerintah atas jiplakan lambang Garuda Pancasila, yang dijadikan motif kaos Armani Exchange.
Menanggapi hal ini, anggota komisi V DPR sekaligus politisi Hanura, Akbar Faisal menganggap pemerintah selalu telat respon. "Pemerintah kan memang selalu telat respon," ujar Faisal kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (26/1).
Selain itu, penjiplakan lambang negara ini oleh Armani Exchange dianggapnya sebagai suatu perbuatan yang tidak etis. "Itu kurang ajar dan tidak etis," kata Akbar.
Sebelumnya, dari situs resmi Armani Exchange terdapat lambang negara Indonesia telah dimodifikasi menjadi motif di sebuah kaos. Lambang burung garuda Pancasila dijiplak mirip.
Gambar garuda yang dijadikan motif dalam kaos Armani itu hanya sedikit yang diubah. Yakni, gambar Banteng dan Beringin di dada Garuda berubah menjadi Huruf A dan X. Sementara gambar Bintang, Padi Kapas dan Rantai tetap ada.
Sementara, pada bagian bawah yang terdapat tulisan Bhineka Tunggal Ika dirubah menjadi tulisan Armani Exchange. Dalam situs resminya, Armani Exchange menuliskan 'Rhinestuds give this military inspired eagle logo a subtle touch of shine'. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !