INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (26/1) diprediksi hanya menguat tipis seiring kurang kondusifnya market regional. Saham ini baru akan kembali hot pada pertengahan Februari.Arga Paradita Sutiono,
research analyst Asia Kapitalindo Securities mengungkapkan potensi penguatan
BUMI setelah ditutup di level harga tertingginya. Namun penguatan ini hanya tipis seiring kurang kondusifnya market regional dan penantian investor atas kepastian rencana
rights issue.
Saham sejuta umat ini baru akan kembali
hot pada pertengahan bulan depan karena valuasi fundamentalnya berada di level Rp3.200. Untuk hari ini,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.775 dan Rp2.550 sebagai level
support-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Senin (25/1) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.675, dengan intaraday Rp2.675 dan Rp2.600. Sedangkan volume transaksi mencapai 155,9 juta unit saham senilai Rp413,03 miliar dan frekuensi 3.183 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin berakhir stagnan, apakah BUMI berpotensi menguat hari ini?Ada potensi penguatan. Sebab, kalau kita lihat pada perdagangan kemarin, saham ini ditutup di level harga tertingginya Rp2.675 meski dengan volume transaksi yang masih tipis. Hal ini menandakan
buyer BUMI sendiri masih cukup kuat. Karena itu, saham ini akan terdorong menguat tipis.
Akan bergerak di kisaran berapa?BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.775 dan Rp2.550 sebagai level
support-nya.
Bagaimana dengan sentimen dari harga batubara?Dari sisi sentimen, BUMI mendapat dukungan dari harga batubara yang masih stabil di level US$97-98 per metrik ton. BUMI sebagai produsen batubara berkalori tinggi, dan sebagian besar diperuntukan bagi pasar ekspor, sentimennya sangat positif. Karena itu, tidak ada permasalahan bagi fundamental BUMI sendiri. Ekspektasi atas BUMI masih cukup menjanjikan.
Apakah ada imbas dari harga minyak yang terkoreksi ke level US$74 per barel
?Ya. Sebab, koreksi harga minyak ke level US$74 tidak menjadi sentimen negatif bagi BUMI. Kalau kita lihat, harga batubara tetap stabil. Apalagi, koreksi minyak sudah diekspektasikan oleh pasar akibat kelebihan
supply. Tapi saya akui, ada pengaruh harga minyak ke batubara. Sebab, untuk sektor energi, harga minyak selalu menjadi
leading indicator-nya.
Harga komoditas yang lain akan turun, tapi jika melihat harga batubara sendiri, justru masih menguat terus. Sebab, ekspektasi permintaan terhadap batubara sangat tinggi untuk ke depan. Batubara menggantikan solar cukup tinggi terutama di China dan India. Apalagi, saat ini
supply batubara tersendat akibat buruknya cuaca.
Sementara itu, untuk
supply minyak sendiri justru tidak tersendat malah berlebih di beberapa penampungan. Akibatnya, harga minyak turun. Kecuali jika harga minyak dunia terus turun, harga batubara pun sebagai substitusi bisa juga turun.
Sentimen market bagaimana?Saat ini ini pergerakan BUMI terkait situasi regional yang kurang baik. Akibatnya, untuk mengoleksi saham ini, pasar
agak terhambat. Pada saat yang sama, pasar juga menunggu kejelasan
rights issue perseroan. Hal ini dipicu China Invesment Cororation (CIC) yang meminta utang BUMI senilai US$1,9 triliun untuk dikonversi ke saham.
Karena itu, BUMI harus menambah saham baru. Bagi pemegang saham yang memiliki uang, bisa di-
exercise. Tapi, bagi yang tidak memiliki uang, bisa melepas sahamnya. Jika tidak, presentase kepemilikan sahamnya terdilusi. Tapi, jumlah lembar sahamnya tetap.
Dari sisi fundamental pendapatannya, saham BUMI masih bagus meski masih terbebani utang. Tapi, dengan adanya
rights issue beban utang BUMI bisa berkurang. Total utang BUMI kurang lebih mencapai Rp35 triliun. BUMI pada dasarnya masih cukup baik. Tapi saat ini BUMI masih cenderung konsolidasi. Penguatan pun masih terbatas.
Lantas, apa rekomendasi Anda?Saya rekomendasikan hold untuk BUMI hingga akhir Januari. Karena memang saat ini merupakan masa-masa konsolidasi. Tapi, kecenderungan manguat masih tetap ada. Saya perkirakan pada pertengahan Februari saham ini akan kembali
hot. Sebab, dari sisi valuasi Asia Kapitalindo sendiri, saham BUMI sebenarnya masih rendah.
Terget price BUMI berada di level Rp3.200 per lembar saham. Tapi, BUMI memang sangat
volatile sehingga apapun isunya akan membuatnya bergerak. Secara fundamental harga BUMI masih di bawah
target price. [jin/ast]