inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Demokrat: Century Tanggung Jawab Sri Mulyani

Headline
Sri Mulyani - Inlah.com/Agung Rajasa
Oleh: Mevi Linawati
Selasa, 26 Januari 2010 | 10:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Anggota Pansus Hak Angket dari Fraksi Demokrat, menegaskan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah pejabat yang paling bertanggungjawab soal kasus Bank Century.

Ini karena dalam struktur pemerintahan, ada strata yang tidak semuanya menjadi tanggungjawab Presiden.

"Dalam strata pemerintahan ada seseorang yang memiliki tanggungjawab, tidak semua masalah masuk ke pak SBY. Dalam kasus Century, lembaga tertinggi yang paling bertanggungjawab adalah KSSK. Dan, ketuanya adalah Sri Mulyani," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat Achsanul Qosasih di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/1).

Achsanul menyatakan, yang sudah diusut oleh Pansus Century adalah mulai akuisisi, merger, pemberian FPJP sampai LPS. Di situ jelas, tidak ada keterlibatan Presiden SBY. "Artinya, pengambilan keputusan tertinggi dalam kondisi krisis, apakah sistemik atau tidak itu ada di KSSK," kata dia.

Namun demikian, Demokrat, menurut Achsanul, mengganggap apa yang dilakukan Sri Mulyani sudah benar. Karena buktinya, sekarang ini tidak ada krisis. "Karena kita tidak pernah mengalami krisis setelah ada penyelamatan. Bukti empirisnya ada," katanya.[mev/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Joel @ Selasa, 26 Januari 2010 | 20:28 WIB
yaaa betul,,,,,,,, kalau ada kesalahan yg dilakukan pemerintahan, maka dikatakan tidak semua kesalahan itu ditimpakan kepada presiden. tapi kalau ada keberhasilan yang dicapai, semuanya pasti karena prestasi presiden... KACAUUUUUUUUUUUUUU
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.