INILAH.COM, Cirebon - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikian proyek infrastruktur senilai Rp3,5 triliun. Peresmian terpusat di tol Kanci-Pejagan Cirebon Jabar.
Menurut Menteri PU, Djoko Kirmanto, peresmian proyek infrastruktur yang akan diresmikan berada di Jawa barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan. Seluruh propyek ini masuk dalam program 100 hari pemerintahan SBY. "Proyek ini terdiri dari jalan ton, jembatan, bendungan, sarana air minum, rusunawa dan sanitasi di berbagai daerah dengan nilai total Rp3,5 triliun dari APBN dan APBD," katanya.
Untuk infrastruktur jalan tol Kanci-Pejagan. Proyek ini bagiaan dari jalan tol trans Jawa yang berada di Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk memperlancar arus lalu intas di pantura. Jalan sepanjagn 35 km ini terdiri dengan jumlah 2x2 lajur dan dikembangkan 2x3 lajur, dengan nilai investasi sebesar Rp2,4 triliun.
Untuk proyek sumber daya air, proyek yang sudah selesai adalah proyek pengendali banjir Medan. Proyek infrastruktur dengan dana Rp818 miliar bersumber APBN dan APBD dan pinjaman pemerintah Jepang. Untuk infrasturktur bendungan di Jembrana Bali dengan kapasitas 1,6 juta meter kubik. Berkemampuan menyediakan air untuk daerah irigasi seluas 1008 hektar dan subak untuk 82 hektar. Proyek ini senilai Rp107,4 miliar selama 4 tahun anggaran dari 2006-2009.
Proyek Bina Marga tediri dari jembatan layang ampelas di jalan Si Singamangaradja Medan dengna panjang konstruksi 1,5 km dan jembatan sepanjang 1,5 km dengan dana sebesar Rp124 miliar. Untuk jembatan Urip Sumohardjo di Makassar terdiri dari jalan layang dan penguhubung sepanjang 2,7 km dengan sumber APBN Rp80 miliar. Jembatan di Jabar Cilaki sepanjang 82 meter senilai Rp102 miliar bersumber dari APBN.
Untuk proyek di bidang Cipta Karya di Jabar dan Jateng, sistem air minum atas PAM dan Rusunawa. SPAM 4 kota kecamatan Sukabuni, Tasikmalaya, Majalengka dengan kapasitas 70 liter per detik mampu 5.500 sambungan rumah senilai Rp13,5 miliar. Untuk 114 IKK di Jawa Tengah total kapasitas 165 kubik per detik dengan investasi Rp28 miliar dari APBN dan APBD.
Sedangkan proyek Rusnawa di provinsi di Jabar Cingiset dan di Unpad Sumedang sebanyak 6 blok senilai Rp49,2 miliar. Untuk Jateng Rusunwa Krapyak Pekalongan Cilacap, Surakarta dan Jepara dan Semarang sebanyak 9 blok senilai Rp88 miliar dari APBN.
Untuk penyediaan ari minum dan Pamsismas di 126 lokasi di 15 provinsi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan di 30 Jabar dan diantaranya 431 Jateng. Pembangunan sanitasi dari masyarakat di 61 lokasi, di 9 provinsi, di 1 lokasi Jabar dan 13 di Jateng. Untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi. "Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang tanahnya dipergunakan untuk masing-masing proyek ini," tuturnya. [hid]