INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Negara Koperasi dan UKM meminta Pemerintah Daerah setempat agar proaktif mengoptimalkan keberadaan Tol Kanci-Pejagan untuk mendorong perkembangan UMKM.
"Sekarang kuncinya ada di tangan Pemda. Pemda harus menggerakkan, menyosialisasikan, memberi penyuluhan, dan memberikan insentif kepada UMKM," kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha KemenegKUKM, Ikhwan Asrin, di Jakarta, Selasa (26/1).
Ia juga menyarankan agar Pemda setempat bijak dan mampu mengoptimalkan keberadaan Tol Kanci-Pejagan. Apalagi Bakrie Tol Road sebagai investor pembangunan jalan tol tersebut sudah menyatakan akan ada kemitraan antara perusahaan dengan pelaku UMKM setempat. "UMKM yang ditempatkan di kawasan peristirahatan harus dibina dan diberi insentif dengan baik," katanya.
Menurut Ikhwan, keberadaan jalan tol sepanjang 35 km itu justru baik untuk mendorong pertumbuhan sektor riil wilayah Cirebon hingga Brebes. Sepanjang kawasan itu, menurut Ikhwan, banyak pelaku UMKM yang belum terbina dengan baik dan keberadaannya sporadis. "Ini akan bagus sekali karena pelaku UMKM yang semula terpencar akan menjadi satu di areal sentra sehingga memudahkan pembinaannya," kata Ikhwan.
Ikhwan berpendapat, keberadaan Tol Kanci-Pejagan akan menjadi lahan bagi daerah untuk menambah retribusi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor. "Selain itu juga akan menciptakan banyak lapangan kerja baru bagi masyarakatnya," katanya.
Tol Kanci-Pejagan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 26 Januari 2010. Ruas tol tersebut diharapkan mampu menghemat waktu perjalanan 1-1,5 jam. Pembangunan ruas tol itu menggunakan teknologi beton canggih standar Amerika Serikat yang dapat mempercepat pengerjaan dengan kualitas sangat baik.
Tol trans-Jawa itu memilik ruas berjarak 35 km dengan lebar 3,6 m dan dirancang untuk dapat dilalui kendaraan dengan kecepatan 120 km/jam. Tol Kanci-Pejagan dibangun sejak 9 Mei 2006 dengan investor PT Semesta Marga Raya milik Bakrie Tol Road dan pemborong fisik PT Adhi Karya. Investasi jalan bebas hambatan yang menghubungkan Cirebon dan Brebes itu sebesar Rp2,5 triliun. [*/hid]