INILAH.COM, Cirebon - Presiden SBY mengerti adanya kekhawatiran di banyak kalangan. Bahwa, kalau ada pergantian pejabat, maka akan terjadi bongkar-pasang kebijakan.
''Kita memang sedang mengalami pergantian pemerintahan. Dulu, pemerintahan 2004. Sekarang adalah pemerintahan hasil Pemilu 2009. Meski presidennya tetap, menterinya ada yang berganti. Juga anggota DPR-nya, juga Gubernur dan Bupati,'' kata Presiden dalam pidato pembukaan peresmian tol Kanci-Pejagaan, Cirebon, Selasa (26/1).
''Saya menyadari, ada rakyat yang bertanya: jangan-jangan ganti pejabat, nanti ganti kebijakan. Jangan-jangan nanti, yang baik-baik akan dibongkar. Akan ada bongkar sana-bongkar sini,'' kata Presiden.
''Benar. Setiap pergantian pemerintahan yang dapat mandat dari rakyat, akan selalu melakukan perubahan. Tapi, ada yang tidak baik, ada yang tidak cocok lagi, itu yang akan diubah. Itulah yang disebut dengan perubahan atau change,'' kata Presiden.
''Tetapi ada juga yang tetap dipertahankan, karena terbukti itu menjadi manfaat, solusi bagi rakyat. Utulah yang disebut dengan kesinambungan atau continuety. Salah satu continuety yang kita lanjutkan adalah program-progam pro rakyat,'' tegas Presden.
Karena itu, Presiden memastikan akan melanjutkan program-program yang baik. Misalnya berat bersubsidi, Bantuan Langsut Tunai bersyarat, Jaminan Sosial, Bantuan untuk lanjut usia dan program lain.[*/ims]